Kabid Linjam Harun Arrasyid Sebut Skema Layanan Armuzna

Kabid Linjam Harun Arrasyid (kanan), saat tiba di Bandara KAA Jedah, Selasa (28/05). Foto: mch2024

JEDAH | Skema pelayanan Jemaah Calon Haji (JCH) di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Kolonel Harun Al Rasyid mengatakan, kedatangan petugas pada 28 Mei 2024, melalui Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jedah, sebagian besar akan ditugaskan untuk melayani jemaah di Armuzna.

“Personel PPIH Arab Saudi yang baru datang, saat ini sudah ditempatkan di tiap-tiap Daker. Bandara, Mekah dan Madinah,” kata Harun Al Rasyid kepada Tim MCH, Jumat (31/5), di Sekretariat Daker Bandara di Jedah.

Menurutnya, 350 orang lebih personel akan ditempatkan nanti khusus di Armuzna, untuk mengisi tiap-tiap pos pada 10 pos yang dibentuk.

Kemudian, katanya, personel Satgas juga akan dibagi di mobile krisis center, pada lantai dua lantai bawah jamarot di Mina mengisi 30 titik.

Terkait tugas Linjam sendiri, kata Harun, untuk pergeseran jemaah ke Armuzna, skemanya berikan pantauan khusus Jemaah terutama dari segi transportasinya.

“Kita berikan layanan-layanan sesuai prosedur sehingga target perjalanan lancar dan nyaman dengan perlindungan yang tergabung dalam satgas,” ujarnya seraya menyebutkan pihaknya telah memberikan arahan-arahan khusus untuk bisa memberikan pelayanan terbaik.

Saat ini, katanya, sebelum Armuzna ratusan personel itu telah diatur dan dialokasikan penugasannya di tiap-tiap Sektor Daker Bandara, Madinah dan Mekah.

Di Masjidil Haram misalnya. “Ada sembilan titik posko pemantauan di Sektor Khusus ini, petugas melakukan pengawasan serta pemberian fasilitas kepada jemaah yang melakukan ibadah di kawasan ini,” jelas Harun.

Marulias | Mch