Kasus Apel Busuk MBG, BGN Beri SP1 ke SPPG Singlar, DPRD Langkat Segera Tindaklanjuti

Buah di Menu MBG yang diterima siswa SMKN 1 Stabat dalam kondisi busuk dan saluran air penampungan di dapur SPPG jalan Singlar, Kec Stabat, Langkat.

LANGKAT | Badan Gizi Nasional (BGN) pusat melayangkan teguran secara tertulis kepada pihak pengelola SPPG jalan Singlar, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Teguran dikeluarkan menyusul polemik apel busuk pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sejumlah siswa SMKN 1 Stabat.

Kepala BGN Regional Sumatera Utara, T Agung Kurniawan mengatakan, untuk tindak lanjutnya kita melaporkan agar dikeluarkan Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada SPPG Singlar.

“Sudah kita laporkan. Surat peringatan pertama (SP1) akan di keluarkan oleh pusat, tinggal menunggu surat. Paling telat di hari Senin surat keluar,” ucap Agung Kurniawan, melalui seluler kepada orbitdigital, Selasa malam (10/3/2026).

Meski sebelumnya dikabarkan limbah dapur dikeluhkan oleh warga sekitar di karenakan mengeluarkan aroma bau tak sedap, Salah satu SPPG berlokasi di Desa Pantai Gemi, diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang standar, sesuai syarat ketentuan badan gizi nasional (BGN).

Segera Gelar RDP

Di sisi lain, terkait penutupan sementara operasional 20 SPPG di Kabupaten Langkat, anggota DPRD Langkat, H Arifuddin mengungkapkan, akan memanggil Dinas Kesehatan untuk dimintai keterangannya.

Arifuddin, yang diketahui sebagai Sekretaris Komisi Il ini pun mempertanyakan, kenapa persoalan penutupan sementara sejumlah dapur SPPG bisa terjadi.

“Dinas Kesehatan akan kita panggil untuk kita dimintai keterangannya, dikarenakan ada izin melalui dia. Kenapa persoalan penutupan sementara SPPG bisa terjadi di Kabupaten Langkat ?,” ungkap Arifuddin dari fraksi PKB tersebut.

Sebelum terjadinya hal ini, Ia mengatakan, kami dari Komisi gabungan l dan ll telah memanggil sejumlah SPPG di Kabupaten Langkat, termasuk koordinator.

Pihaknya juga sudah memberikan masukan karena ada laporan soal makanan, dan kita sudah mengingatkan soal itu.

Ia menambahkan, nantinya kami dari Komisi ll atau gabungan Komisi yang membidangi, dan saya akan rapat dengan Ketua Komisi.

“Terkait permintaan dari tindak lanjut turun ke lapangan dan hal-hal lain permasalahan tentang limbah akan segera kami kabari. Untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat- red) kemungkinan akan digelar setelah Lebaran nanti,” ujar Arifuddin.

Apel Busuk di Menu MBG

Diberitakan sebelumnya. Apel busuk pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sejumlah siswa SMKN 1 Stabat, terus mendapat banyak sorotan masyarakat.

Program prioritas nasional yang seharusnya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik ini justru menyalurkan buah yang tak layak dikonsumsi yang dinilai jauh dari standar gizi.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan
DPRD Kabupten Langkat didesak melakukan
peninjauan hingga pengawasan kontinu atau berkesinambungan pada dapur SPPG.

“Kita mendorong DPRD Kabupaten Langkat untuk segera melakukan inspeksi lapangan ke SPPG singlar, dan pastikan mereka beroperasi sesuai prosedur,” ucap M Nur Adlin SH saat dimintai tanggapannya, Rabu (4/3/2026) lalu.

Kepada wartawan orbitdigital, pemuda yang aktif sebagai Ketua Forum pemuda daerah (FORPEDA) Langkat juga menegaskan apabila terdapat kegiatan non-prosedural maka DPRD harus berani menyurati Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jika ditemukan aktivitas non-prosedural DPRD harus berani menyurati BGN, agar segera mencabut izin operasional dari SPPG Singlar. Sekali lagi rakyat sedang menyoroti program MBG. Jangan sekali-kali ada yang coba bermain-main dengan program ini,” tegas Adlin.

Tak hanya itu, merespons menu MBG buah dalam kondisi busuk tersebut, Adlin pun mengesalkan jika masih adanya SPPG yang
mendistribusikan.

Sungguh ironis, dan sangat mengesalkan jika masih ada SPPG yang seharusnya mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis justru mendistribusikan makanan tidak layak makan.

“kalian sudah di beri anggaran yang sangat cukup, jangan main-main, dan hati-hati rakyat bisa marah. Masyarakat meminta DPRD memastikan SPPG beroperasi sesuai Juknis (Petunjuk Teknis), terutama terkait kualitas makanan,” ungkap Ketua Forpeda  Nur Adlin.

Sementara, salah seorang dari pihak SPPG Singlar, Alvin, membenarkan jika SMKN 1 Stabat merupakan sekolah yang menerima MBG dari SPPG Singlar. “Mendistribusikan ada sekitar 9 titik. Ya, termasuk SMKN 1,” ucapnya

Pria yang mengaku sebagai Kepala SPPG dari pegawai BGN tersebut mengklaim, menu apel busuk murni bukan kesalahan dari SPPG-nya.

Ia berdalih, pengiriman menu di tanggal 16 Februari sampai 21, uda kita kirim, namun pihak sekolah mungkin medistribusikan di hari masuk sekolah.

“Diluar kendali kita bang, itu kesalahan dari sekolah, karena menurut rapelan itu kan di hari libur, mungkin di bagikan di tanggal 23 nya bang. Buah busuk itu bukan dari kita,” dalih pria tersebut saat ditemui wartawan di sekitaran SPPG Singlar. (OD-20)