Kawasan Relokasi Siosar Mulai Menutup Diri

oleh -1.438 views
Para relawan melakukan penjagaan di pintu masuk Kawasan Relokasi Siosar, antisipasi penyebaran Covid-19. (orbitdigitaldaily.com/David Kaka)

TANAHKARO – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) terus melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Tidak hanya di kota-kota besar, seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat desa diminta untuk bersatu melawan pandemi ini.

Untuk itu, selain mengikuti instruksi dan imbauan dari pemerintah, sejumlah desa pun mulai terlihat mengambil langkah pencegahan sendiri agar virus corona tidak sampai masuk ke desa. Salahsatunya langkah menutup diri.

Seperti yang dilakukan oleh tiga desa yang dihuni para pengungsi letusan gunung api Sinabung di Kawasan Relokasi Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Terkonfirmasi, tiga kepala desa yang ada di Kawasan Relokasi Siosar yaitu, Kepala Desa Simacem Senen Sitepu, Kepala Desa Bekerah Kasman Sitepu, dan Yani Ginting Kepala Desa Sukameriah, pada Sabtu 11 April 2020, membenarkan telah menutup akses masuk bagi warga yang ingin berkunjung ke desanya.

Mereka mengatakan, sampai batas waktu yang belum ditentukan, warga dari luar agar tidak mengunjungi Desa Bekerah, Simacem dan Sukameriah.

“Kami dari tiga desa telah sepakat dan menghimbau, agar untuk sementara warga dari luar tidak mengunjungi desa kami. Begitupun jika ada warga ingin pulang kampung, agar ditunda dulu,” ujar Senen Sitepu Kepala Desa Simacem kepada orbitdigitaldaily.com.

Untuk itu, agar pengawasan ini berjalan maksimal, mereka bersama Tim Relawan yang telah terbentuk, sepakat mendirikan posko pemantauan yang dibangun persis di samping gerbang masuk utama Kawasan Relokasi Siosar.

“Sudah 14 hari posko ini berdiri. Banyak tamu dan bukan warga kami telah kami larang masuk. Kegiatan ini kami lakukan untuk mencegah penularan virus corona,” katanya.

Menurut Senen, langkah antisipasi ini akan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mereka akan terus memantau bersama Tim Relawan, dan akan memberikan tindakan tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Kegiatan ini kami anggap sangatlah penting dilaksanakan untuk menghindari jatuhnya korban akibat suspect corona bagi warga kami,” sebutnya.

Selain itu, Senen pun mengaku, telah menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik, termasuk di tempat-tempat yang menjual bahan sembako, warung makanan dan minuman, di seluruh desa.

Begitupun penyemprotan cairan disinfektan telah dilakukan secara serentak di seluruh desa pada tanggal 29 Maret 2020 yang lalu, dan tanggal 5 April 2020.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, telah disampaikan.

Terlebih dalam pembatasan sosial dan pembatasan jarak fisik antar sesama warga.

Pantauan orbitdigitaldaily.com di lokasi, Senin (13/4/2020), sejumlah warga terlihat berjaga di gerbang masuk Kawasan Relokasi Siosar.

Mereka mendirikan posko pemantau dan memasang palang besi penutup jalan, agar masyarakat tidak bebas masuk.

Tak jauh dari lokasi posko, terlihat dipasang pengumuman yang bertuliskan, “Dilarang Masuk ke Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah, Selain Masyarakat Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah, Untuk Mengantisipasi Meluasnya Covid-19”.

Reporter: David Kaka