Kematian Karyawan SPBU Terkuak, Begini Penjelasan Hasil Visumnya

Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasm

ABDYA | Kematian warga Komplek Perumnas Gampong Baharu, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terkuak. Hal ini setelah hasil visum korban berinisial FJ (42), yang merupakan seorang karyawan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Abdya itu keluar.

Informasi yang diterima awak media, Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) telah mendapatkan hasil visum kasus seorang pria yang diduga bunuh diri di dalam rumahnya pada Rabu (1/04/2024) sore sekira pukul 16.30 WIB tersebut.

Ironisnya Kasus tersebut sempat memunculkan asumsi beragam dari masyarakat sekitar. Namun setelah keluar hasil visum, kasus tersebut menjadi terang dan dipastikan korban bunuh diri.

“Hasil visum ini menjadi salah satu petunjuk penyidik untuk mengungkap penyebab kematian warga Komplek Perumnas Gampong Baharu, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya ini,” kata Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi, Rabu (15/05/2024) malam.

Ia menerangkan, terkait penyebab kematiannya, hasil dari pemeriksaan visum di RSUD Teuku Peukan tidak menunjukan adanya indikasi korban diracuni atau adanya tanda-tanda kekerasan. Namun sesuai hasil visum tersebut menunjukan korban murni bunuh diri.

“Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Hanya ada bekas jeratan tali di lehernya dan sperma keluar,” terangnya.

Murni Bunuh Diri

Seterusnya, Ia juga menerangkan bahwa yang menjelaskan terkait dengan kondisi jenazah itu bukan tim penyidik, melainkan berdasarkan keahlian, bidang fungsi dan ilmunya, yakni tim dokter forensik.

“Jadi dalam hal ini yang menjelaskan bukan tim penyidik, melainkan hasil visum yang dikeluarkan tim dokter forensik,” ungkap Kasat Reskrim.

Tak hanya itu, lanjut Kasat Reskrim, dari hasil keterangan saksi, sebelumnya korban juga pernah berusaha melakukan upaya percobaan bunuh diri. Namun saat itu berhasil dicegah oleh keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, sebelumnya korban juga sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri, tapi digagalkan. Diduga karena depresi akibat terlilit hutang,” terangnya.

Oleh karena itu, Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi berharap dengan adanya hasil visum tersebut tidak muncul lagi spekulasi atau asumsi di masyarakat yang menyebutkan korban di bunuh, karena dari hasil visum tersebut jelas menunjukan bahwa korban bunuh diri. “Jadi jangan ada lagi asumsi macam – macam terhadap keluarga korban, karena ini murni bunuh diri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Komplek Perumnas Gampong Baharu, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) digegerkan dengan penemuan seorang pria diduga bunuh diri di dalam rumahnya pada Rabu (1/04/2024) sore sekira pukul 16.30 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, korban berinisial FJ (42), yang merupakan seorang karyawan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kabupaten Abdya.

Pantauan awak media di lokasi, pascaberedarnya informasi adanya seorang pria bunuh diri, masyarakat sekitar maupun di luar gampong tersebut berbondong-bondong menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat secara langsung peristiwa tersebut.

Informasi terakhir yang diterima, saat ini jenazah pria tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Peukan Abdya untuk dilakukan otopsi.

Reporter : Nazli