Lanjutnya, sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” imbuhnya.
Kemudian,Marwan Z., S.Ag.,mengajak kepada seluruh peserta upacara mari tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.” tuturnya.
Terpisah,Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)H. Agus Suryadi, S.Ag., M.Pd. kepada awak media ini mengatakan ,hari ini selasa (2 juni 2026) kami dari Kemenang kab Abdya menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 juni bertempat di komplek MTsN 4 Aceh Barat Daya,
“Nah..Kenapa upacaranya hari ini digelar Karena kemarin senin 1 juni 2026, ASN kemenag masih Momen libur dan bersambung cuti bersama Hari Raya Idul Adha,intinya kita tetap melakasanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 juni dengan khidmat.” pungkasnya.
Reporter : Nazli







