ACEH SELATAN | Seorang warga Aceh Selatan bernama Moza (30) bekerja di Cafee Samudra 74 berada di Seragi, perbatasan Sibolga – Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami trauma akibat daerah yang ditempatinya luluh lantak dihajar bencana longsor dan banjir yang terjadi Selasa 25 November 2025 lalu.
Si Moza (panggilan hari hari) sampai kini masih trauma karena untuk menyelamatkan diri baju satu kering di badan, ucapnya sembari menghapus air mata yang terus membasahi pipinya saat mengenang kembali kejadian yang menimpa dirinya kepada Orbitdigital Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, sangat terkejut saat mendengar suara gemuruh tepatnya pada pukul 04.00 subuh di daerah Seragi perbatasan Sibolga – Kabupaten Tapteng yang ternyata tanah longsor dari belakang Cafee Samudra 74.
Kami sebagai pekerja bidang masak masak dan pelayan pesanan makanan tiap hari siang dan malam selalu melayani tamu yang memesan minuman dan makanan di cafee Samudra 74.
Kami yang beranggotakan 10 orang sambil memdengar suara gemuruh pada saat itu lansung berlari sambil meminta tolong, didalam kegelapan malam lansung berlarian tak menentu arah dengan tujuan menyelamatkan diri ke daerah yang aman.
Namun sangat disayangkan 10 dari kami satu orang lagi tidak tau rimbanya sampai hari ini, apakah kawan tersebut terhimpit longsor dan terbawa arus mereka tak tahu.
Pagi hari Jumat 27 November 2025 itu kami yang penuh berlepotan lumpur karena sudah dua hari dua malam tak mendapat makanan dan minuman akhirnya menumpang salah satu bus tujuan Medan Sumatera Utara dari Sibolga.
Dari Sibolga waktu itu menuju lansung ke Medan, tiba sampai di Tanjung Morawa Deliserdang Sumatera Utara pada Sabtu 28 November 2025 terjebak banjir dengan ketinggian air sedada, ucapnya.
Kami yang beranggota enam orang kebetulan di daerah tersebut ada rumah salah seorang kawan, lalu mampir selama satu minggu, selanjutnya beralih untuk pulang ke kampung masing masing.
Pada hari Jumat (5 /12/2025) malam Moza pulang ke kampung halaman di Tapaktuan, sampai di halaman rumah disambut oleh kedua orang tuanya dengan syarat ditepung tawari untuk memanggil semangat kembali agar hilang dari trauma, ucapnya.
YUNARDI.M.IS.







