Klaim Eksponen 98 PDI Perjuangan: 60 Persen Kader dan Pemilih Tradisional Dukung Akhyar

oleh -287 views
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution

MEDAN – Ketua Eksponen 98 PDIP Sumut, Gumana Lubis didampingi Ketua Eksponen 98 PDIP Medan Syahri menyebut 60 persen lebih pemilih PDIP akan menjatuhkan pilihannya ke Akhyar Nasution di Pilkada Medan meski Akhyar nantinya maju dari PKS-PD.

“Kami dari eksponen 98 PDIP melihat para kader hingga pemilih tradisional PDIP di Kota Medan tidak mempersoalkan Akhyar didukung partai apa. Ini terjadi karena kader melihat Akhyar dizalimi dan ditelantarkan elit partai, hanya karena untuk menyiapkan perahu bagi menantu presiden,” ujar Gumana belum lama ini.

Menurutnya, pencalonan Bobby terlalu dipaksakan oleh petinggi Partai Banteng.

“Akar rumput kan melihat, calon tersebut dipaksakan, atau istilah populernya saat ini Bobby itu dikarbit. Ya wajar kader bereaksi dan dipastikan 60 persen lebih tetap memilih Akhyar,” tegasnya

Gumana menyebut, reaksi penolakan terhadap calon titipan tersebut sangat deras.

Hal itu mendorong sejumlah kader kemudian mengaktifkan eksponen 98 PDIP sebagai salah satu motor untuk menggalang dukungan. Yakni dari internal PDIP agar tetap memilih Akhyar Nasution.

Gumana menyebut konsistensi dukungan kader ke Akhyar dilatarbelakangi rekam jejak Akhyar sebagai sosok yang dibesarkan di keluarga marhaen, sederhana, nasionalis, tegas dan pekerja keras.

Akhyar juga dinilai tidak punya keinginan keluar dari PDIP tetapi ia yang ditinggalkan partainya.

“Kami sebagai teman seperjuangan Akhyar di PDIP sangat merasakan kepedihan dan kegalauan hati Akhyar ketika ia maju atas dukungan partai lain. Tetapi kami tetap mendukungnya karena sesungguhnya perjuangannya itu untuk kota Medan dan untuk negeri kita Indonesia,” tegasnya.

Gumana sendiri sangat prihatin dengan sikap elit partainya yang tidak mau menyahuti aspirasi akar rumput.

Ia heran mengapa DPP terkesan ngotot ingin mengajukan Bobby yang oleh kader PDIP saja mayoritas ditolak

“Bagaimana mungkin Bobby dengan pengalaman yang tidak ada bisa diterima pemilih, sedangkan di internal PDIP saja mayoritas menolak.

DPP kan bisa melihat masyarakat Kota Medan ini mayoritas menolak Bobby. Dimana-mana rakyat itu bilang siapa Bobby ini?” tegas Gumana. (Rel)