Klarifikasi Polemik Tentang Wisata Halal, Edy Rahmayadi Jangan Percaya Informasi Hoaks

oleh -1.168 views
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Sekwan DPRD Sumut saat memberikan keterangan polemik Wisata halal dan syariah menuai pro dan kontra di Gedung DPRD Pemprov Sumut. Orbit /Toni Hutagalung.





MEDAN – Beredarnya informasi tentang pariwisata Danau Toba akan ditetapkan wisata halal atau wisata syariah menuai polemik di masyarakat sekitaran danau toba maupun dari berbagai kalangan penjuru.

Polemik tersebut membuat tekanan publik baik dari Media massa maupun media sosial tak terhindarkan, apalagi tekanan itu bukan dari masyarakat biasa saja.

Menanggapi wisata halal atau wisata syariah agar tidak menjadi polemik seperti bola liar, akhirnya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meluruskan sehingga tidak berkepanjangan di masyarakat.

Dia menegaskan tidak pernah mengatakan akan menerapkan wisata halal atau wisata syariah di Danau Toba. Dan informasi yang beredar itu adalah hoaks atau fitnah.

Edy Rahmayadi sangat menyadari, masyarakat Sumut beragam suku dan agama masyarakatnya. Ada yang mayoritas Muslim, ada pula yang mayoritas Nasrani, sehingga tidak mungkin dirinya melontarkan hal seperti itu.

“Apa pernah anda dengar saya bilang mau membuat Danau Toba menjadi wisata syariah?” ujar Edy Rahmayadi kepada orbitdigital , di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan Rabu (4/9/2019).

Menurutnya ada kesalahpahaman informasi atas apa yang disampaikannya usai kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba beberapa waktu lalu, Gubernur Edy menjelaskan,mengenai apa tindakannya sebagai Gubernur terkait Danau Toba sebagai wisata unggulan.

“Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan mengenai wisata Danau Toba. Pertama, mengenai wisatawan yang paling banyak datang ke Danau Toba. Jika wisatawan Malaysia yang paling banyak datang, segala keperluannya harus dipersiapkan. Hal itu tentu saja perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kebudayaan wisatawan yang datang. Sehingga wisatawan bisa nyaman dan akan kembali lagi ke Danau Toba. Begitu pula dengan bangsa lain yang datang ,” jelas Edy.

Selanjutnya, mengenai infrastuktur. Menurutnya infrasturktur sebagai konsep pariwisata haruslah disiapkan juga agar wisatawan lebih nyaman.

“Harus siap infrastruktur akomodasi yang representatif,” ungkap Edy Rahmayadi, sembari menegaskan kembali dirinya tidak pernah menyampaikan rencana menerapkan wisata halal di Danau Toba.

Gubernur pun berharap kepada semua pihak agar polemik ini segera berakhir. Jika terus berlanjut dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat Sumut.

Reporter : Toni Hutagalung