Aceh  

Kota Kuala Simpang Perlahan Bangkit Pascabanjir Bandang 27 November

Jalan lintas Banda Aceh tepatnya di depan perkantoran Bupati Aceh Tamiang terlihat bersih dan lampu penerangan jalan sudah hidup. Senin (22/12/2025) Orbitdigital/Iwan gunadi

ACEH | Memasuki pekan ketiga pascabanjir bandang di wilayah Provinsi Aceh, warga dan para relawan dari berbagai daerah berdatangan baik instansi pemerintahan maupun Organisasi masyarakat saling bantu bekerja sama untuk memulihkan daerah yang terdampak banjir, Selasa (23/12/2025).

Dari pantauan Harian Orbit Kota Kuala Simpang mulai bangkit. penerangan lampu PLN juga sudah mulai menyala di beberapa  wilayah pada Senin (22/12/2025, aktivitas perdagangan pun terlihat mulai berjalan di pusat kota. Jalur lalu lintas pun kembali normal di lalui Angkutan Bus Antar Kota/Provinsi.

Bantuan logistik sembako, pakaian mulai berdatangan dari berbagai penjuru. Seperti di jalan lintas Banda Aceh kota Kuala Simpang lampu penerangan jalan dan rumah warga sudah hidup. Beberapa masjid sudah beroperasi.

Tenda tenda pengungsian mulai terlihat kosong. Alat berat bergerak membersihkan jalan, fasilitas umum dan sebagian warga yang rumahnya masih berdiri kembali  untuk merapikan perabotan yang terkena sisa lumpur dari banjir.

Namun di beberapa titik pemadaman masih berlangsung dikarenakan banyaknya meteran listrik warga yang terkena air disebabkan banjir.

Sebahagian perkantoran dinas pemerintahan daerah mulai aktif seperti RSUD Tamiang, kantor pelayan publik, Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tamiang sudah bergerak memberikan pelayanan.

Sisa Lumpur

Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdukcapil Ahmad Yani S.STP M.Si menyampaikan perlahan Tamiang mulai bangkit dan warga mulai berdatangan untuk mengurus akta, KTP serta surat surat penting kependudukan yang hilang.

“Alhamdulillah perlahan mulai bangkit, berbagai bantuan materi maupun fisik dari masyarakat luar daerah dan aparatur pemerintah seperti TNI, POLRI dan pihak terkait bergotongroyong memulihkan Aceh Tamiang dan kita sebagai pelayan publik melalui Disdukcapil Aceh Tamiang saat ini sudah aktif. Untuk masyarakat yang ingin mengurus segala surat menyurat kependudukan sudah bisa,” terang Yani.

“Namun di sisi lain masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam melakukan pembersihan sampah maupun sisa genangan lumpur di rumah mereka. Oleh karena itu kedepannya akan kita koordinasi agar  diturunkan alat berat maupun truk untuk membuang sampah sisa banjir,” sambungnya.

Pelayanan di Dissukcapil Aceh Tamiang mulai bergerak

Reza salah seorang warga Kampung Bundar mengatakan sangat bersyukur perlahan ibu kota Aceh Tamiang mulai bangkit dan listrik pun sudah menyala.

“Alhamdulillah Aceh Tamiang pelan- pelan mulai bangkit. Sisa lumpur di tengah kota sudah terlihat bersih dan listrik juga sudah hidup” ucap Said

Namun warga masih bingung untuk membuang sisa lumpur dan berharap kepada pemerintah agar pembersihan juga dilakukan kedalam Gang maupun daerah yang terdampak. (OM/011)