LPPM USU Kerjasama Dengan Kelompok Tani Sinar Jaya Gelar Penyuluhan Pertanian di Humbahas

Peserta penyuluhan pasca panen bawang merah di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas. (Foto/Ist)
Peserta penyuluhan pasca panen bawang merah di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas. (Foto/Ist)

Sementara anggota Sosial Ekonomi Pertanian FP USU, Dr. Ir. Rahmanta, MSi mengatakan oleh sebab itu perlu adanya pengelolaan dan manajemen yang baik agar kerjasama antar anggota berjalan dengan baik dan harmonis.

“Dalam mengelola dan manajemen suatu organisasi kelompok dibutuhkan pembagian peran dan tugas yang menuntut orang-orang di dalam kelompok tersebut berperan aktif sesuai dengan peran dan tugas yang telah ditentukan oleh kelompok tersebut,” katanya.

Menurutnya salah satu peran yang sangat penting di dalam kelompok tani yaitu peran ketua atau pemimpin kelompok tani.

“Ketua atau pemimpin kelompok tani biasanya dipilih anggotanya berdasarkan kemampuan dan kinerja yang dimiliki. Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh ketua kelompok tani yaitu kemampuan dalam berperan aktif untuk mencari dan menyerap suatu teknologi baru serta mampu menyebarluaskan dan menggerakkan anggotanya untuk menerapkan teknologi baru tersebut. Sehingga peran ketua kelompok tani disini selain sebagai organisator dan komunikator tetapi juga sebagai fasilitator petani dalam meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan dalam kegiatan usaha tani anggotanya,” terangnya.

Dijelaskanya peran aktif dari kelompok tani dalam mendukung kegiatan sangat berpengaruh pada produktivitas dari usaha taninya.

“Kegiatan petani sendiri dapat ditingkatkan melalui pengembangan kelompok tani yang ditujukan guna merangsang keaktifan setiap anggota kelompok tani untuk berpastisipasi aktif dalam setiap kegiatan kelompok tani dalam peningkatan produksi yang diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya,” jelasnya.

“Pengembangan kelompok tani diarahkan pada penguatan kelompok tani menjadi kelembagaan petani yang kuat dan mandiri, dan peningkatan kemampuan anggota dalam pengembangan agribisnis serta peningkatan kemampuan kelompok tani dalam menjalankan fungsinya,” ujarnya.