MBG di Langkat Tuai Sorotan, Siswa: Pak Prabowo Apelnya Busuk Gak Jadi Saya Makan !

LANGKAT | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali menuai sorotan sejumlah wali murid setelah siswa menerima salah satu menu MBG dalam kondisi busuk.

Alih-alih memberikan asupan bergizi, menu yang disajikan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut sebut SPPG Singlar Kecamatan Stabat, justru menyajikan buah busuk yang tak layak dikonsumsi.

Seperti dalam video dihimpun orbitdigital, memasuki hari pertama sekolah, Senin 23 Februari 2026, sejumlah siswa di SMKN 1 Stabat, terlihat menunjukan menu MBG diantaranya, 3 buah apel kondisi busuk yang dinilai jauh dari kelaikan dan bergizi.

“Pak Prabowo…Pak Prabowo…apelnya busuk Pak Prabowo… kaya mana ini Pak Prabowo…! Gak jadi makan saya Pak Pabowo,” ujar siswa (unboxing) sembari mengeluarkan isi MBG dalam kemasan saat bersama teman-temannya.

“SPPG Singlar, apelnya kok kaya gini ?. Ini yang kecil juga,” lanjut siswa dalam video berdurasi 00,35 detik, sembari terdengar meminta retur.

Nurmanto, salah seorang wali murid mengaku kecewa terhadap kualitas menu MBG. Ia mengatakan jika buah yang diterima dalam kondisi busuk tersebut merupakan milik dari teman anaknya yang kebetulan satu sekoah.

“Menu MBG yang diberikan di Ramadan jauh dari standar gizi. Buah apelnya busuk, dan tidak layak di makan,” ujar wali murid dari salah satu siswa yang ada di video tersebut kepada orbitdigital, Sabtu (28/6/206) siang.

Menurutnya, program yang didanai anggaran negara ini seharusnya memberikan manfaat nyata. Bukan justru malah membahayakan kesehatan anak.

“Menu MBG yang diterima, 1 kotak susu ultramilk 1000 mililiter, 3 bungkus roti kedai yang harganya seribuan, dan 3 buah apel yang di dalamnya terdapat buah apel busuk. Satu kemasan itu untuk kapasitas satu minggu,” kata Nurmanto dengan nada kesal.

47 SPGG Dihentikan Sementara

Diketahui sebelumnya. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari ke-9. Keputusan ini diambil menyusul temuan berulang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.

Data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB mencatat, 47 kasus tersebut tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I terdapat 5 kejadian, wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan wilayah III sebanyak 12 kejadian. Temuan meliputi roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas.

“Kami tidak menolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujar Nanik di Jakarta,
dilansir dari detikNews, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Nanik, keputusan suspend diambil setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada produk makanan, tetapi juga pada manajemen dapur, rantai distribusi, dan prosedur kontrol kualitas.

“Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan,” tegasnya.

Dalam beberapa kasus, makanan yang terindikasi tidak layak telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa. Namun BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan standar dan pembelajaran sistemik bagi seluruh penyelenggara.

“SPPG yang di-suspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” tutup Nanik.
(OD-20/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *