MEDAN | Cuaca Panas Ekstem mencapai 36°C melanda sebahagian wilayah Sumatera Utara termasuk Kota Medan. Suhu panas ekstrem terjadi 3 hari belakangan membuat masyarakat enggan untuk keluar rumah, Sabtu (19/7/2025)
Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah terlihat berteduh di bawah pohon untuk menghindari teriknya matahari yang menyengat. Serta menggunakan payung sebagai alat pelindung dari matahari.
Dari amatan Orbitdigital di seputaran Kota Medan seperti kawasan Istana Maimun dan Mesjid Raya terlihat sepi aktivitas. Para pengendara sepedamotor terlihat berteduh dengan memanfaatkan bayangan bangunan untuk menghindari suhu udara panas matahari.
Maruli salah seorang warga Kota Medan yang berprofesi sebagai tukang becak bermotor (Betor) mengatakan panasnya luar biasa.
“Sudah 3 hari ini panasnya luar biasa sangat menyengat, ya namanya saya cari makan diluar
Ya mau gimana lagi,” ucapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengeluarkan prakiraan cuaca di Sumatera Utara hari ini, Sabtu 19/7. Beberapa di antaranya Kota Medan, Binjai, Langkat, Kabupaten Deli Serdang hingga Pematangsiantar.
BMKG juga memprediksi cuaca ekstrem di Kota Medan akan berlangsung hingga Selasa (22/7).
“Karena ini masuk musim kemarau, kondisi ini kita prediksi masih terus berlangsung. Untuk hari ini suhu di Kota Medan mencapai 36,4 derajat dan masuk kategori ekstrem,” ucap Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, ucap Christin Mori, Sabtu (19/7/2025).
Ia juga menjelaskan, suhu yang masuk dalam kategori ekstrem minimal 36 derajat Celcius.
“Dua hari yang lalu, suhu Kota Medan mencapai 37,8 derajat Celcius,” ujarnya
Terjadinya suhu yang tinggi di Kota Medan diakibatkan sedikitnya awan yang menutupi paparan sinar matahari
“Paparan sinar matahari langsung tanpa ada yang menutupi. Kondisi ini kita prediksi berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Alasannya lainnya karena siklon tropis dari Philipina yang berhembus ke bagian Barat Sumatera,” ungkapnya
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Terutama masyarakat yang tinggal di wilayah barat pegunungan agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah,” pungkasnya. (OM/011)







