Menikmati Bakso di Kaki Uhud Rp107.500/Mangkok

Salah satu warung bakso di Arab Saaudi

MADINAH | Kelihatannya orang Indonesia menempati imej terbaik di Arab Saudi, bil khusus di kawasan Madinah, Mekah dan Jeddah.

Bukan hanya ditandai dengan sapaan akrab yang spontan saat berpapasan dengan warga asli maupun perantau atau mukimin dari berbagai negara, sejumlah tempat umum kerap ditemukan kalimat berisi petunjuk maupun merek yang menggunakan bahasa Indonesia.

Misalnya kalimat ‘ketertiban dibuat untuk kebaikan anda” di jalur keluar Raudhah, nama Toko Hadiah tertulis dengan Bahasa Indonesia, Turki, Inggris dan Arab, di Bandara Internasional AMAA Madinah, hingga toko jajanan penjual makanan khas Indonesia.

Belum banyak kawasan yang sempat dikunjungi, tetapi pedagang di hampir seluruh toko maupun pasar kaget di putaran Masjid Nabawi Madinah pintar berbahasa Indonesia.

Bahkan, belanja di sini terkadang bisa menggunakan lembar rupiah. “Sepuluh Reyal, sepuluh Real. 50 ribu Jokowi juga bisa,” pekik pedagang di sana. Maksudnya Rp50 ribu Indonesia.

Rindu aroma dan rasa jajanan Indonesia, pengunjung dapat menyambangi Asia Uhud di kaki Bukit Uhud, kawasan ziarah Syuhada Uhud, Kota Madinah.

“Warung ini pemiliknya memang orang Arab, tapi chifnya orang Cilacap, Jawa Tengah,” jelas Ahmad Baihaqi perantau dari Banten kepada Orbitdigital, Senin (20/5).

Bakso urat dibandrol 25 reyal, cendolnya 12 Reyal, ada juga kerupuk ikan warna warni khas Sidoarjo dimakan pakai cabai giling.

Sesaat melirik daftar menu, Ahmad Baihaqi menekan fitur order di layar sentuh komputernya, begitu bill tagihan tercetak, pesanan pun di antar ke ruangan. Ada dua rungan ber AC dan ada dua area di halaman bagi “ahli hisap”, alias perokok.

Prospek dagangan ini lumayan pengunjung, apalagi di sebelahnya ada toko Indonesia menjual sembako dan jajanan ringan berkemasan.

Marulias | Orbitdigital