Oknum Kades di Langkat Dilarang Masuk Kantor

Kades dilarang masuk kantor

LANGKAT | Setelah digelarnya mediasi puluhan warga pengunjukrasa di Kantor Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, oknum kepala desa (Kades) inisial HN untuk sementara waktu dilarang masuk kantor sampai adanya keputusan dari Bupati Langkat.

Hal itu diketahui setelah adanya kesepakatan warga pengunjukrasa dengan aparat kepolisian Polsek Tanjung Pura, dan Aspan, salah satu Kasi di Kecamatan, usai mengelar mediasi di kantor desa, tanpa kehadiran oknum Kades, Kamis (16/5) siang.

“Sesuai kesepakatan masyarakat dan pihak Kecamatan serta aparat Polsek Tanjung Pura. Untuk sementara Kepala Desa Serapuh Asli tidak izinkan masuk kedalam kantor sebelum ada keputusan dari Bupati Langkat terkait vidio dugaan asusila tersebut,” ujar Agus, yang saat itu hadir dalam pertemuan, kepada awak media orbidigitaldaily.com.

Ia pun menjelaskan tentang pertemuan saat itu, seandainya kepala desa tetap masuk ke kantor, maka warga akan kembali melakukan aksi demo. Serta untuk administrasi surat-
menyurat ditangani sekretaris desa.

“Jika kepala desa tetap masuk ke kantor desa, warga akan demo kembali, dan untuk segala administrasi surat-menyurat sebagainya akan ditangani sekretaris desa. Apabila dibutuhkan tanda tangan kepala desa, maka sekretaris yang akan menemui kepala desa,”terang Agus kembali.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara, kembali melakukan unjuk rasa dengan menggeruduk Kantor Desa Serapuh Asli, Kamis (16/5) pagi.

Dengan membawa sejumlah peralatan dapur, unjukrasa yang didominasi emak-emak, mereka menedesak NH, turun dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Serapuh Asli.

“Sudah ke empat kali aksi ke kantor desa ini kami lakukan. Kami minta kepala desa mundur dari jabatannnya karena melanggar  asusila berciuman dengan istri orang di dalam kamar,” ujar Yanti, sambil diteriaki puluhan warga “turunkan Kades…turunkan Kades,” kata mereka.

Reporter : Teguh