Dikatakannya untuk produksi air, saat ini mencapai 6.850 liter per detik atau sekitar 7 kubik per detik, namun idealnya dengan kebutuhan masyarakat saat ini, PDAM Tirtanadi harus memproduksi air berkisar 11.000 hingga 12.000 liter per detik, maka harus membangun instalasi baru untuk memenuhi produksi air, barulah kebutuhan air masyarakat Kota Medan pada khususnya dapat terpenuhi.
Sementara itu Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Fauzan Nasution memaparkan tentang program L2T2 yang sudah mulai aktif sejak September 2020.
Dikatakannya septik tank yang benar itu haruslah kedap dan tidak bocor, sebab jika septik tank bocor, maka akan mencemari lingkungan. “Ketika terjadi pencemaran, tentu kesehatan akan terganggu,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, program L2T2 ini adalah program pemerintah untuk masyarakat agar tidak ada lagi pencemarana lingkungan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan serta tidak ada lagi anak-anak yang stunting, maka layanan ini sangat penting dan diperlukan di Kota Medan.
PDAM Tirtanadi, sebut Fauzan, untuk limbah memiliki dua sistem yaitu perpipaan dan non perpipaan (L2T2).
“Perpipaan sudah berjalan sejak tahun 1985 dengan jumlah pelanggan 20.000. Non perpipaan (L2T2) baru berjalan sejak September 2020 dan sudah bisa merekrut 7.000 pelanggan,” ujar Fauzan.







