Ragam  

Pedagang Getuk Ini Nerobos Pagi Pakam – Medan Tiap Hari

Sosok Pak Tiwul Pegagang Getuk Medan-Pakam. (Orbit/Karyadi Bakat)

Terimbas Covid-19

Setiap hari dia membawa ratusan potong getuk dan bungkusan tiwul/gatot maupun pulut liwet kalau ditotal bisa 300 potong.

Jumlah itu turun hampir setengah sejak Covid-19 melanda. Pak Tiwul tidak tahu pasti mengapa Corona berpengaruh terhadap jualanya yang tidak menimbulkan kerumunan tersebut.

Selama Covid-19 ini pula dia harus putar otak kerja keras agar dagangannya tetap laku. Oleh sebab itu dia menjarah pasar Medan karena di wilayahnya tinggal di Lubuk Pakam dan sekitar Deliseradang sudah banyak pedagang serupa.

Pak Tiwul menganggap Kota Medan masih menjadi magnet untuk berdagang, terutama untuk produk makanan tradisional seperti yang dijualnya.

“Yang penting kita memberikan pelayanan terbaik dan mutu produk dijaga. Kita memang murah, tetapi bukan murahan,” tegasnya.

Pak Tiwul menjual dagangannya serba terjangkau. Seperti tiwul dijual Rp2.000/bungkus, demikian juga gatot dan grontol jagung maupun pulut. Sementara getuk lindri warna warni Rp2.000/3 potong, sedangkan getuk kampung (biasa) taburan kellapa parut dijual Rp1.000/potong. (Karyadi Bakat )