TOBA – Kemarin, tepatnya Kamis (9/4/2020) Ketua Gugus Tugas Kabupaten Toba, Darwin Siagian, mengumumkan satu pasien positif Covid-19, LS (28).
Darwin yang juga Bupati Toba mengumumkan data itu berdasarkan informasi dari Gugus Tugas penanganan wabah Covid 19 Provinsi Sumatera Utara.
“Satu orang yang positif Corona bekerja di salahsatu kantor BUMN di Porsea. Sesuai KTP, dia merupakan warga Palembang namun bekerja di Porsea,” ujar Darwin.
Atas informasi tersebut, akhirnya semua orang yang diduga telah berhubungan atau kontak fisik LS dilakukan pemeriksaan rapid test.
“Yang kita periksa, 4 orang perawat RS HKBP, 7 orang di RSUD Porsea, dan 8 orang teman yang bersangkutan. Totalnya 19 orang ditest dan semuanya negatif,” urainya didampingi Kadis Kesehatan, dr Juliwan Hutapea dan Kadiskominfo, Lalo H Simanjutak.
Namun, ada cerita lain pascapengumuman itu.
Sejumlah pegawai di kantor tersebut, baik pegawai administrasi maupun lapangan mengaku kerap mendapat perlakuan kurang wajar bahkan diskriminatif dari warga.
Salah seorang staff lapangan Kantor BUMAN yang meminta namanya tidak ditulis, kepada orbitdigitaldaily.com menceritakan ketidaknyamannya.
Ia mengaku saat dirinya berbelanja ke beberapa toko pada Jumat (9/4/2020) dirinya merasa dijauhi oleh warga.
Imbauan Isolasi Mandiri
“Semua memandang saya, seakan saya memiki penyakit menular yang sangat berbahaya. Saya merasa seperti residivis yang harus dihindari. Padahal saya pekerja di lapangan, bukan di dalam kantor,” ceritanya kepada orbitdigitaldaily.com, Sabtu (11/4/2020).
“Bahkan kemarin, saat ada pekerjaan di lapangan, begitu melihat mobil operasi kami tiba di salah satu kampung, semua orang yang berpapasan langsung lari terbirit birit. Salah kami apa? Dosa kami apa. Mengapa kami diperlakukan seperti itu,” sebutnya sendu.
Karenanya, dirinya beserta semua rekannya, baik di bagian administrasi dan lapangan yang berada di bawah naungan perusahaan BUMN itu mengharap agar pimpinan memerintahkan mereka melakukan isolasi diri selama 14 Hari.
“Kami tidak ingin diperlakukan seperti ini. Kami ingin pemerintah menyatakankami baik baik saja. Sehingga kami nantinya dapat bekerja tanpa ada tekanan dan kecurigaan warga,” harapnya.
Terpisah, Sekretaris Gugus, dr Pontas Batubara, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa bupati telah melayangkan surat ke instansi terkait agar semua pegawainya tanpa kecuali melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
“Kalau tidak dilaksanakan, Senin nanti kita akan laporkan hal itu ke pihak Polri,” tegasnya.
Reporter: Bernard Tampubolon







