Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Singkil, H Aslinudin dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (22/02) mengatakan, pembangunan Masjid Raya Al-Mujahadah berdasarkan desain awal, secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan biaya mencapai Rp55 miliar.
“Sesuai dengan desain awal pembangunan direncanakan lengkap dengan halaman parkirnya,” ujarnya.
Dijelaskanya, sebelumnya pekerjaan pembangunan Masjid Raya tersebut ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum, namun saat ini telah dikelola langsung di Dinas Syariat Islam.
“Saat ini sudah menjadi kewenangan Kantor Dinas Syariat Islam. Pengusulan semula dianggarkan Rp3 miliar, tapi Pemda setempat hanya mampu menganggarkan Rp1miliar saja pada tahun ini,” ucap Aslinuddin.
Dijelaskannya, dengan nilai anggaran yang ada tahun ini hanya Rp1 Miliar tersebut, rencananya akan difokuskan untuk pekerjaan bagian dalam Mimbar Masjid dan penuntasan menara.
“Alhamdulillah pekerjaan pembangunan Masjid kebanggaan Kota Rimo, diharapkan bisa menjadi ikon religius karena keindahan dan kemegahannya sesuai desain awal akan menjadi daya tarik dan kebanggan masyarakat yang menjadi icon pintu masuk menuju Ibukota Kabupaten Aceh Singkil,” ucap Asli.
Berdasarkan isu yang berkembang diluar, bahwa pembangunannya sempat mangkrak. Namun menurut Aslinuddin pekerjaannya bukan mangkrak, namun karena memang anggaran yang dibutuhkan sangat besar, sehingga terhenti karena kosong anggarannya dua tahun lalu.
Aslinuddin memprediksikan dengan pembiayaan sekitar Rp3 miliar jika dikucurkan pada tahun 2023 mendatang, Masjid tersebut sudah bisa dipakai beribadah.
“Jika masuk anggaran Rp3 miliar saja tahun depan, Masjid sudah bisa dimanfaatkan. Yang penting bisa fungsi dulu, meski belum tuntas keseluruhan,” terang Asli.
Begitupun untuk mengejar penuntasan Masjid tersebut akan lebih maksimal tidak bisa mengharapkan dari anggaran Pemerintah saja. Namun perlu bantuan sumbangan dan donatur masyarakat.
“Sudah saya sampaikan kepada Bappeda harus dikucurkan anggaran Rp3 miliar untuk tahun depan agar bisa berfungsi. Dan Bappeda juga sudah turun beberapa kali kelokasi,” pungkas Aslinuddin.
Reporter: Helmi







