ABDYA | Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), menyerahkan dividen tahun buku 2025 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya sebesar Rp2.051.084.216.
Selain itu, bank milik daerah tersebut juga menyalurkan zakat perusahaan senilai Rp 400 juta untuk dibagikan kepada para mustahik.
Penyerahan dividen tersebut dilakukan langsung oleh Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie, Riko. S kepada Bupati Abdya, Safaruddin di rumah dinas Bupati yang berada di Gampong Glp. Payong, Blangpidie, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, zakat perusahaan yang diserahkan diterima oleh Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk Syamsul Qamar, didampingi anggota Salman Syarif dan Zulbaili, Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya Bustari, serta Dewan Pengawas Baitul Mal Ikbal Faranika.
Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie, Riko. S mengatakan, zakat sebesar Rp400 juta tersebut berasal dari zakat yang dihimpun dari seluruh karyawan Bank Aceh di berbagai kantor cabang. Dana tersebut dikumpulkan melalui kantor pusat sebelum didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh.
“Zakat yang kami serahkan hari ini merupakan zakat karyawan yang dihimpun secara terpusat. Berbeda dengan zakat yang biasanya disalurkan saat bulan Ramadhan, itu merupakan zakat khusus dari Cabang Blangpidie. Jadi setiap tahun ada dua kali penyaluran zakat, yakni dari cabang dan dari kantor pusat untuk kabupaten,” ujar Riko.
Ia menjelaskan, dividen sebesar Rp2.051.084.216 merupakan bagian dari laba PT Bank Aceh Syariah tahun buku 2025. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Demikian pula dengan zakat perusahaan yang tahun lalu mencapai Rp500 juta.
Rumah Dhuafa
Riko mengungkapkan, penurunan dividen dan zakat dipengaruhi oleh pengalihan anggaran yang dialokasikan Bank Aceh untuk membantu masyarakat terdampak banjir di sejumlah daerah di Aceh pada tahun lalu.
“Sebagian anggaran perusahaan digunakan untuk penanganan bencana dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Karena itu, pembagian dividen maupun zakat tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya.
Ia berharap kondisi pada 2026 lebih kondusif sehingga kinerja Bank Aceh kembali meningkat. Dengan dukungan Pemkab Abdya dan masyarakat, Bank Aceh optimistis nilai dividen maupun zakat perusahaan dapat kembali seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan lebih besar.
Riko juga berharap Pemkab Abdya dapat terus meningkatkan penyertaan modal di Bank Aceh Syariah. Menurutnya, semakin besar penyertaan modal pemerintah daerah, semakin besar pula dividen yang akan diterima daerah pada masa mendatang.
Selain itu, ia mendukung rencana Baitul Mal Abdya membangun rumah dhuafa serta mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, termasuk sentra bagi mualaf.
“Kami berharap zakat yang disalurkan hari ini dapat membantu mewujudkan program-program tersebut. Jika pemanfaatan progam ini terealisasi dengan baik dan tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tentu akan menjadi bahan laporan kami ke kantor pusat. Dengan laporan yang akuntabel, peluang memperoleh alokasi zakat yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang untuk masyarakat Abdya juga semakin terbuka ke depannya,” terang Riko.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk Syamsul Qamar, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Aceh Syariah yang secara konsisten menyalurkan zakat perusahaan melalui Baitul Mal Abdya.
“Kami mengucapkan terima kepada Bank Aceh yang telah menyalurkan zakat perusahaan melalui Baitul Mal Abdya untuk disalurkan kepada para mustahik,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Aceh yang terus berkontribusi dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
“Dana zakat yang disalurkan ini akan kita manfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok mustahik sesuai ketentuan syariat Islam,”demikian pungkasnya. (Nazli)







