Pengalihan Jembatan PTPN II di Langkat, Diduga Ajang Keuntungan Pribadi

Akibat jalan tersebut tidak bisa dilalui mobil, jalan kebun banyak yang rusak, dikarenakan mobil muatan hasil produksi harus mutar- mutar

LANGKAT | Pembangunan jembatan di tahun 2023 yang berlokasi di Afdiling VI PTPN II Kebun Batang Serangan Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, diduga sengaja dialihkan oknum Manajer kebun PTPN II untuk meraup keuntungan pribadi.

Pasalnya, anggaran bangunan jembatan yang dihimpun awak media senilai ratusan juta rupiah terindikasi mark up dan diduga sengaja dialihkah Manajer PTPN II, Horas FI Panjaitan dari Afdiling lV yang saat ini menjadi Afdiling V, ke Afdiling V yang kini jadi Afdiling VI PTPN II Kebun Batang Serangan.

Menurut salah satu sumber menyampaikan, pembangunan jembatan senilai ratusan juta itu kabarnya jatuh di Afdiling lV yang saat ini menjadi Afdiling V. Tapi kenapa dialihkan manager ke lokasi yang saat ini Afdiling VI.

“Kenapa dialihkan, itu kan aset? Akibat tidak adanya jembatan di lokasi jalan itu (kebun Afdiling V) mobil untuk muatan hasil produksi sawit harus mutar-mutar,” ungkap sumber yang tidak ingin disebut identitasnya kepada awak media ini, Senin (12/5/2024).

Lebih lanjut sumber menyampaikan, dulunya itu akses jalan mobil untuk muat hasil sawit produksi. Namun sekira dua atau tiga tahun ini, jalan itu  rusak akibat bis parit yang pecah dan rusak yang saat ini dibiarkan begitu saja.

“Sekarang, akibat jalan tersebut tidak bisa dilalui mobil, jalan kebun banyak yang rusak, dikarenakan mobil muatan hasil produksi harus mutar- mutar,” ketus sumber sembari katakan, jikapun dialihkan harus ada keterangan dari Kandir, karena itukan Aset.

Pantauan orbitdigitaldaily.com di lokasi Afdiling V yang dikabarkan menjadi titik awal pembangunan, terlihat sejumlah pelepah pohon sawit ditegakan yang diketahui sebagai tanda tidak dapat melintas. Serta di lokasi yang sama tidak jauh dari pelapah sawit tersebut terlihat parit dipenuhi rumput semak belukar dan sejumlah bis pecah menutupi saluran parit.

Tidak sampai disitu pantauan wartawan pada bangunan jembatan di lokasi Afdiling VI PTPN II Kebun Batang Serangan, terlihat sejumlah pelepah muda sawit berserakan di badan jalan serta batang pohon kelapa yang menjadi alat bantu penahan bangunan.

Namun sangat disayangkan bangunan jembatan yang diketahui menelan anggaran ratusan juta rupiah dari keuangan negara tersebut sudah mengalami keropos di bagian atas bangunan.

Bangunan 2023

Terkait pengalihan Aset bangunan jembatan, Manajer PTPN II Horas FI Panjaitan mengungkapkan, sudah memiliki izin atas hal tersebut sesuai hasil evaluasi dari kantor direksi.

“Ada ijin Pak, untuk hal itu sesuai hasil evaluasi darr bagian terkait kantor direksi,” tulis Manajer, dalam pesan WhatsAppnya tanpa menerangkan berkas izin tersebut.

Disingung indikasi mark up anggaran pada bangunan yang mengalami rusak keropos dan soal pagu anggaran, Manajer PTPN II Kebun Batang Serangan sigap menelepon wartawan untuk mengajak bertemu di kantor.

“Kemari saja, konfirmasi melalui pesan susah, jumlah anggaran saya tidak ingat. Tidak sampai delapan ratus juta anggaran itu, aku pun lupa, anggkanya berapa,” kila manajer, sembari meminta wartawan untuk menemui dirinya.

Ia pun menerangkan jika dirinya baru pindah di (PTPN II Kebun Batang Serang) sejak Mei 2023. Dari 2022, bangunan itu meneruskan tongkat estafet baru di tahun 2023 dilaksanakan.

“Aku pindah kemari Mei 2023, bangunan itu meneruskan tahun 2022, di tahun 2023 baru dilaksanakan, sekira di bulan Oktober- November,” ujar Manajer PTPN II yang tidak tahu pasti bulan berapa jembatan dibangun.

Reporter : Teguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *