Penjualan Batang Pohon Pinang untuk 17 Agustusan Ramai

Penjual batang pohon pinang mulai kebanjiran pesanan menjelang perayaan 17 Agustus 2025 di jalan Panglima Denai Medan. Kamis(14/8/2024) Orbitdigital/Iwan gunadi

MEDAN | Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan batang pohon pinang untuk perlombaan panjat pinang mulai ramai di Jalan Panglima Denai, Medan, Sumatera Utara, tepatnya di bawah Jembatan Tol Denai, Kamis (14/8/2025).

Panjat pinang merupakan perlombaan beregu dengan cara memanjat batang pinang yang dilumuri oli agar licin, untuk meraih hadiah yang digantung di puncaknya.

Gunawan Syahputra (49), sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban sepedamotor, disaat memasuki 17 Agustus ia juga menjual batang pinang musiman.

Ia mengatakan sudah menjual batang pinang sejak tahun 2000, ia meneruskan usaha keluarganya yang sudah dimulai pada 1993.

Gunawan mengatakan, menyambut perayaan 17 Agustus Tahun  2025  penjualan batang pinang miliknya sama seperti tahun sebelumnya.

“Masih sama saja namun lebih lumayan pada tahun semalam dibanding tahun ini sedikit sepi,” ucapnya.

Perayaan 17 Agustus yang tinggal 3 hari lagi, Batang pinang miliknya sudah laku terjual sekitar 65 batang yang bisa saja habis terjual semuanya hingga hari H.

“Saat ini masih terjual 65 batang  sisanya 45 batang lagi, biasanya habis terjual semua,” ungkapnya

Ia menyediakan hingga seratus batang pinang yang dijual seharga Rp500.000 hingga Rp600.000 per batang dengan sistem jemput. Lain lagi dengan diantar tergantung jauh dekatnya yang mayoritas pembeli berasal dari Kota Medan.

Untuk tinggi batang pinang bervariasi ada yang 8 meter. Sedangkan  10 meter dengan diameter besar harganya sekitar Rp600.000.

Batang-batang pinang tersebut didatangkan dari Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Gunawan dibantu sepuluh karyawan untuk memenuhi permintaan pembeli. (OM/011)