LANGKAT | Perekonomian Teluk Aru lumpuh total, banjir di mana-mana, akses ekonomi masyarakat mulai kacau. Bencana banjir yang menimpa selama empat hari berturut-turut, sejak Senin (25/11/2025) yang menghantam sejumlah desa di wilayah Teluk Aru, KabupatennLangkat, Sabtu (29/11/2025) meninggalkan duka mendalam.
Tangisan pengungsi di mana -mana, di masjid, gereja, rumah sekolah, terminal PT KAI. Terhitung sejak, Senin lalu langit mendung sampai keesokan harinya tepatnya sekira pukul 03.00 WIB, hujan turun sangat deras dan tidak ada hentinya.
Kemudian di hari ketiga, sekira pukul 04.00 WIB airpun mulai naik ke permukiman sampai pada pukul 10.00 WIB. Seluruh rumah masyarakat Desa Securai Utara dan Securai Selatan terendam banjir setinggi 80 centi meter, dan bahkan ada juga rumah masyarakat yang tergenang air setinggi 120 centi meter.
Sementara di Besitang beberapa desa/kelurahan terdampak banjir setinggi 2 -3 meter.
Warga tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak sedikit rumah yang tenggelam terseret arus banjir, warga mengungsi ke masjid, gereja dan rumah warga yang bertingkat. Kebanyakan warga memilih mendirikan tenda di pinggir jalan lintas yang tidak terkena banjir seperti di pinggiran Titi Pelawi.
Pemerintahan kecamatan saat itu putus kontak, sejak banjir melanda Teluk Aru khususnya dua desa tersebut sangat kesulitan mendapat bahan pokok makanan sehari-hari dan kebutuhann lainnya. Kedai atau warung seluruhnya tutup, kelaparan terlihat dari raut wajah pengungsi yang menahan perut.
Sementara Indomaret dan Alfamart meski tidak terkena banjir persis di depan simpang utama Desa Securai Utara mendadak tutup, Diduga kuat takut kalau barang dagangannya dijarah masyarakat yang saat itu telah kelaparan.
Yang
lebih memprihatinkan lagi, air bersih sangat sulit didapat, masyarakat harus pergi membeli air isi ulang ke Kecamatan Gebang. ‘Berjibaku’ menyeberangi banjir yang ada di perbatasan antara Kecamatan Babalan dengan Kecamatan Gebang.
Camat Babalan Irham Efendi mengatakan, pihak kecamatan berusaha mengevakuasi warga yang terserang struk dan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Saat itu komunikasi terputus, lampu mati, jaringan internet mati, dan titik kumpul di Masjid Raya Pangkalan Brandan.
Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Amrizal Hasibuan menyampaikan, bersama Camat Babalan, Danyon Marinir 8 Tangkahan Lagan dan Batalion dari TNI AD bersama sama mengevakuasi masyarakat yang terjebak titik banjir daerah desa dan kelurahan.
Muslim







