Aceh Timur-ORBIT: Petani jagung mengeluh lantaran pupuk kimia jenis Urea, NPK poska dan sulpur (sp-36) subsidi sulit didapat.
Kepada Orbitdigitaldaily.com Mahyudi Rabu (6/2/2019) mengatakan, pupuk tersebut mulai sulit didapat akhir 2018 hingga sekarang. Distributor atau penjual pupuk di kawasan Ranto Pereulak menjual pada petani dibatasi.
“Kalau pun kami bisa beli terbatas hanya 150 kilogram itu pun tak boleh sering membeli tidak dikasih oleh distributor takut yang lain tidak kebagian, kalau segini tidak cukup. Sedang kebutuhan untuk pupuk jagung per hektar pupuk urea mencapai 600 kilogram, SP-36 400 kilo dan NPK poska 200 kilo. Jika pupuk sulit kami dapat kami tidak bisa memupuk jagung dan hasil panen menurun,” kata Mahyudi petani jagung warga Semanah Jaya Kecamatan Ranto Pereulak.
Disebutkan, petani membelinya dengan harga Rp110-120 ribu per sak 50 kilogram dari distributor pupuk. “Jika kami tak pupuk jagung hasil panen perhetar hanya 2-3 ton saja. Tetapi jika di pupuk sampai 9 -10 ton,” katanya.
Petani jagung meminta pihak terkait dapat menyalurkan pupuk langsung ke petani jagung desa Seumanah Jaya atau pihak terkait harus membina petani membuat pupuk kompos, sehingga petani tak bergantung pada pupuk kimia yang di sulit didapat saat ini. On-Ard







