PP GAM Sumut Minta Kejatisu Periksa Khairul Syahnan

MEDAN – Setelah lengser dan dipercaya kembali memimpin Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Ir Khairul Syahnan sudah jadi sasaran tembak mahasiswa.
 
Khairul dituding meninggalkan banyak persoalan di Dinas PU Medan sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumut Tahun Anggaran (TA) 2018.   
 
Pengurus Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumut (PP Gam Sumut) membeberkan sejumlah persoalan itu saat melakukan aksi unjukrasa di Kantor Dinas PU Kota Medan, Kamis (24/10/2019).
 
Koordinator aksi PP Gam Sumut, Halomoan Daulay, menjelaskan proyek di kawasan Jalan Ringroad Keluarahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang sesuai dengan temuan terhadap pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh BPK di dampingi KPA, PPTK, pengawas, rekanan dan Inspektorat diketahui teradapat kekuragan volume pekerjaan serta penurunan mutu kuat tekan beton senilai Rp461 juta.
 
Dalam LHP BPK TA 2018  proyek pengaspalan di Jalan HM Jhoni (lanjutan) Kecamatan Medan Area juga diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp286 juta.
 
Selanjutnya kata dia, tahun 2018 proyek drainase pembetonan di Jalan Starban Lingkungan VII, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia sesuai dengan pemeriksaan fisik pekerjaan dilaksanakan oleh BPK, KPA, PPTK, pengawas, rekanan, inspektorat diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan serta penurunan mutu kuat tekan beton senilai Rp718 juta.
 
Kemudian proyek pembetonan drainase Jalan Mandala Bay Pass di Jalan Denai ke arah PJKA Kecamatan medan Denai juga terdapat kekurangan volume mencapai Rp528 juta.
 
“Ada lagi proyek pembetonan drainase di Jalan Pasar I parit Sikambing. Proyek tersebut juga bermasalah,” ungkapnya.


Untuk itu PP Gam Sumut meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk mengusut tuntas temuan itu dengan memeriksa Plt Kepala Dinas PU Medan Khairul Syahnan selaku Kuasa Pengguna Anggaran TA 2018.
 
Menyahuti tuntutan mahasiswa, Kasubag Dinas PU Kota Medan Mardian Habibi Gultom, mengatakan berjanji akan menyampaikan kepada pimpinannya. “Iya saya akan sampaikan kepada pimpinan. Hari ini dia tidak ada. SK-nya belum keluar. Kalau sekretaris ada acara mendadak ke inspektorat. Jadi sekarang tidak ada di sini,” katanya.
 
Ia menceritakan Kantor di PU Kota Medan baru saja didatangi oleh KPK. Menurut dia, berkas-berkas sudah dibawa ke KPK. “Jadi sudah ada lembaga berwenang yang datang kemari mengambil data-data juga, memeriksa kami juga. Jadi di sini saya sebagai Kasubag Umum mengucapkan mohon maaf,” ungkapnya.
 
Mendengar keterangan Mardian, tampak kesal. “Kulihat abang-abang aja yang menemui setiap mahasiswa demo. Malaslah. Apa bisa abang menyampaikan tuntutan kami kepada Ir Khairul Syahnan. Soalnya begini bang, sudah berapa kali demonstrasi yang menerima abang saja,” kata Sadar.

Reporter : Jams Berutu