“Tolong kami pak menteri, jalan kami sudah ditutup. Kasihanilah kami pak, jalan kami tak ada lagi. Jalan ini sudah ada sejak tahun 1960 an. Bagaimana keselamatan jiwa jika terjadi kebakaran nantinya karena akses ini merupakn akses utama. Kami pun tak pernah diajak musyawarah – mufakat mencari solusi terbaik. Tolong, kami juga manusia pak menteri,”ujar Yuni Ginting (50) didampingi puluhan warga lainnya sembari mengurai air mata.
Hal yang sama juga disampaikan D Br Aritonang(75) warga Dusun 2 Desa Tengah mengungkapkan kesahatannya cukup drastis menurun pasca penutupan akses jalan tanpa adanya pemberitahuan terbuka kepada warga.
“Usia saya sudah lanjut. Bagaimana jika saya nanti tiada, mau digotong pake apa?. Soalnya ambulance pun tak bisa masuk lagi karena akses jalan ditutup gedung Lapas. Tolonglah, kami sangat menderita pak menteri,” keluhnya menanti belas kasihan Menteri Hukum dan HAM RI Prof Yasonna H Laoly Ph D.
Sedihnya lagi, sebut Susila (45) sebagai warga sangat berharap ada solusi dari pemerintah. Sebab akses jalan utama telah ditutup habis tanpa mempertimbangankan jeritan warga Dusun 2 yang berpenghuni sekitar 200 jiwa. Apalagi akhir akhir ini peristiwa kebakaran kerap melanda Lapas.







