Puluhan Siswa di Toba Diduga Keracunan, Sejumlah Pihak Minta Program MBG Distop

Para siswa menjalani perawatan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumi Makan Bergizi Gratis (MBG)

TOBA | Sekitar limapuluhan orang siswa SMP Negeri 1 Laguboti dan siswa sekolah lainnya di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumi Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka dilarikan rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Kami laporkan kejadian diduga keracunan makanan akibat mengonsumsi makan bergizi gratis yang didistribusi oleh dapur MBG di Laguboti, siswa SMPN 1 Laguboti di Jalan Ahmad Yani Pasar Laguboti mengalami kejadian setelah mengkonsumsi makanan,” kata Kadis Kesehatan Toba Freddi Seventry Sibarani, Rabu (15/10/2025).

Gejalanya siswa itu mengalami gejala mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati dan sesak. Hal itu mereka alami setelah mendapat MBG dari SPPG.

“Dengan gejala mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati dan sesak, setelah menerima MBG dari SPPG Pardomuan Nauli Laguboti,” ucapnya.

Siswa itu kemudian mendatangi Puskesmas Laguboti. Namun mereka kemudian dirujuk ke RS HKBP dan RSUD Porsea.

“Sejumlah siswa datang dengan keluhan mual, muntah, pusing kepuskesmas Laguboti dan saat ini telah ditangani dan observasi oleh tim kesehatan puskesmas sampai saat ini yang sudah terdata 34 orang dan sudah dirujuk ke RS HKBP dan RSUD Porsea,” ujarnya.

Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel makanan MGB untuk diuji. Pihaknya juga berkoordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menu MBG yang disajikan berupa ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, buah semangka. Dari temuan awal, buah semangka yang disajikan agak berlendir.

“Dari laporan tim yang mengambil sampel makanan diduga buah semangka agak berlendir,” ungkapnya.

Jumlah korban diduga bisa bertambah karena sejumlah siswa yang lain sudah pulang terlebih dahulu ke rumah. Laporan dari tim medis juga mengungkapkan jika jumlah korban terus bertambah.

Akibat dari kejadian ini sejumlah pihak pemerhati, aktivis dan tokoh bahkan para orangtua siswa menghimbau agar program MBG dihentikan karena dianggap menjadi rumor menakutkan bagi penerima manfaat

Menurut Sekda kab Toba Augus Sitorus korban ditangani dengan sigap . Agus Sitorus tiba di Rah Sakit menjenguk korban keracunan tidak lama setelah beliau menerima informasi.

”Saat ini penanganan di lapangan masih dilakukan dan tim kesehatan masih tetap melaporkan pasien masih bertambah dan tenaga kesehatan dengan ambulans masih melakukan penjemputan ke rumah siswa yang sempat pulang,” tutupnya.

Maria