Beberapa tahun sebelumnya, dirinya bersama para relawan kemanusiaan dari Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan seperti Bayoe, Hasan Kamil, M. Dasir Arif, Karmisa, Epis Habibi, dan relawan lainnya pernah menjalankan gerakan serupa sebagai bentuk kepedulian kepada pasien dan masyarakat yang membutuhkan alat bantu jalan.
Namun dalam perjalanannya, program tersebut kala itu belum dapat terealisasi secara maksimal karena berbagai keterbatasan, baik dari sisi pengelolaan, pendataan, maupun dukungan sarana pendukung lainnya.
“Dulu kami bersama teman-teman relawan BFLF Aceh Selatan pernah memulai gerakan ini secara sederhana. Alhamdulillah sudah ada beberapa alat bantu yang disalurkan kepada masyarakat. Tetapi saat itu belum tertata dan belum berjalan maksimal sebagaimana yang kami harapkan,” ujar Ogek Agus.
Meski demikian, semangat membantu sesama tidak pernah padam. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi motivasi untuk kembali menghidupkan program tersebut dengan sistem layanan yang lebih tertib, amanah, dan berkelanjutan.
“Ini sebenarnya adalah ikhtiar lanjutan dari semangat lama yang dulu pernah kami mulai bersama para relawan. Kami ingin gerakan ini terus hidup dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, gerakan sosial kemanusiaan tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan dukungan banyak pihak agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, Ogek Agus berharap masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam gerakan ini dengan menitipkan alat bantu jalan yang masih layak pakai agar dapat menjadi harapan baru bagi pasien dan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang ingin menitipkan atau membutuhkan alat bantu jalan dapat menghubungi:PIC LAYANAN:
Ogek Agus 📞 0811-6820-434.pungkasnya.
Reporter : Yunardi







