LANGKAT | Ruslan Efendi (58) warga Kelurahan Sei Bilah Timur Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat sangat memprihatinkan.
Selain menjalani hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, namun Ruslan juga menderita sakit mata atau katarak.
Apalagi setelah Istrinya bernama Juraidah (51) meninggal dunia sekira 4 tahun lalu ia harus berjuang sendiri untuk menjalani hidupnya.
Tinggal dengan kondisi menyedihkan di Gubuk sederhana di Jalan Pelabuhan Lingkungan I Jalan Pelabuhan Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat menjadi saksi perjuanganya.
Ia terkadang terlihat kesulitan untuk berjalan dan buang air kecil bahkan mengaku kerab terjatuh di Selokan paret yang tak jauh dari Gubuk tempatnya tinggal.
Gangguan penglihatan sudah hampir 1 tahun ia derita dan belum mendapat perawatan akibat terbentur biaya.
Ruslan hanya bisa berbaring dengan kondisi sakit-sakitan. Apa boleh buat makan saja hidup terancam, cukup hanya mengelus dada berharap ada bantuan dari dermawan khususnya dari Pemkab Langkat.
Hal itu dibernakan Anto (60) warga Kelurahan Sei Bilah Barat Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat.
Ia mengaku bahwa kondisi Ruslan hidup sebatang kara dengan kondisi memprihatikan tanpa mendapat perawatan.
“Sudah tidak bisa apa-apa lagi dikarenakan matanya katarak dan sakit sakitan, kasihan,” terangnya.
Anto juga berharap ada dermawan yang mau membantunya agar Ruslan segera dibawa berobat.
Reporter: Muslim







