Setelah Video Flexing Anaknya Viral, Pejabat Gayo Lues Aceh Mengundurkan Diri

Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dr H Nevirizal (dua dari kanan) mengajukan pengunduran diri dari jabatannya terhitung sejak Kamis (23/7), yang diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues H Maliki, setelah video flexing (pamer kekaayaan) sang anak viral di media sosial, Kamis (23/7/2026). Ant

MEULABOH-ACEH | Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dr H Nevirizal mengajukan pengunduran diri dari jabatannya terhitung sejak Kamis (23/7), setelah video flexing (pamer kekayaan) sang anak viral di media sosial.

“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal dalam keterangan diterima ANTARA di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis.

Dalam wawancara lanjutan, Nevirizal mengatakan surat pengunduran dirinya tersebut sudah ia serahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki di Blangkejeran, ibu kota kabupaten setempat, karena bupati setempat sedang dinas ke luar daerah.

Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarganya yang sempat menimbulkan polemik dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah.

Meskipun permasalahan yang timbul bersifat pribadi, ia menyadari bahwa sebagai seorang pejabat publik, dirinya memikul tanggung jawab etika untuk menjaga integritas serta nama baik lembaga.

Ia berharap keputusan ini dapat memberikan ruang dan kesempatan agar proses evaluasi serta perbaikan di lingkungan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik.

“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” lanjutnya.

Melalui surat tertulis tersebut, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pimpinan, rekan kerja, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang sempat terjadi.

Tak lupa, ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta kepercayaan yang selama ini diberikan kepadanya selama menjalankan amanah jabatan.

Pemilik akun media sosial Dea Arranoya, yang merupakan anak H Nevirizal secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik, khususnya masyarakat Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dan warganet, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/HO-Dok. Pribadi)

Permohonan Maaf Terbuka

Sementara itu, pemilik akun media sosial Dea Arranoya, yang merupakan anak kandung H Nevirizal secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik, khususnya masyarakat Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dan warganet.

Permohonan maaf ini disampaikan usai unggahan-unggahan nya di media sosial menuai kritik dan kegaduhan di tengah publik.

Dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh yang turut diterima ANTARA, Kamis siang di Meulaboh, Dea mengakui kesalahannya terkait perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang dinilai tidak bijak.

Salah satu konten yang memicu sorotan publik adalah unggahan nya pada 9 Desember 2025 lalu yang menampilkan deretan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dea menyadari tindakan tersebut menyinggung perasaan masyarakat yang sedang menghadapi situasi ekonomi sulit.

Dea menegaskan bahwa dirinya tidak mencari pembenaran atas kegaduhan yang telah terjadi. Ia menyebut aksi memamerkan konten tersebut murni karena kelalaian dan ketidakdewasaan nya dalam menggunakan platform media sosial.

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksana nya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulis Dea.

Ia juga menyadari bahwa perbuatannya tidak memberikan dampak positif, melainkan hanya menciptakan persepsi yang keliru dan kegaduhan di ruang publik.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengonfirmasi telah menghapus seluruh konten terkait dari semua akun media sosial miliknya. Ia juga berkomitmen untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki caranya berinteraksi di media sosial.

Merasa terpuruk dan sangat menyesal atas kejadian ini, Dea berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat,” ungkapnya.

Surat terbuka permohonan maaf tersebut diakui dibuat dengan penuh kesadaran dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *