Songsong 2024, Gubsu Poles Kantor hingga Beli Lahan Medan Club Rp457 M

MEDAN | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara berdalih membeli lahan Medan Club senilai Rp457 miliar guna memudahkan koordinasi OPD melayani masyarakat, sebut informasi diperolah Sabtu (24/12/2022).

Pembelian lahan itu ditampung APBD 2022 sebesar Rp300 miliar dan sisanya akan dibayar tahun mendatang, nilainya Rp157 miliar. Medan Club sendiri terletak di Jalan Kartini Medan, batas tentangga Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menegaskan demi kemajuan sistem pemerintahan, maka Pemprovsu memadukan sistem pelayanan terintegrasi dan saling melekat sesama organisasi perangkat daerah (OPD) Sumut Bermartabat.

Hal itu bukan tanpa sebab. Pasalnya Kantor Bappeda Sumut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terpaksa menyewa gedung mewah milik Bank Sumut pasca renovasi Kantor Gubsu tahun 2020 hingga 2021. Menelan anggaran mencapai ratusan miliar, cukup fantastis di tengah hantaman virus corona atau pandemi Covid-19.

Menurut informasi, lahan Medan Club harus segera dibeli sehingga Pemprov Sumut di kemudian hari tidak kesulitan mendapat lahan strategis.

Pemerintahan Edy Rahmayadi pemilik tag line ‘Sumut Bermartabat’, secara tegas menampik kepentingan pribadi selain kesempatan aji mumpung dan momentum pihak Medan Club bersedia menjual lahan yang dibangun tentara Jepang pada tahun 1943 silam.

Medan Club, terletak Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada masa kekuasaan tentara sekutu, turut dijadikan sebagai kuil Jepang dan clubhouse Belanda “De Witte Societei”.

Namun belakangan, catatan orbitdigitaldaily.com, tepatnya Senin, (5/7/2021) malam, kantor Gubsu dilanda rembesan banjir dan bahkan sejumlah pegawai berjibaku gotong royong diluar jam kerja menghalau banjir.

Ironisnya, rembesan air hujan itu dampak pelaksanaan rehabilitasi gedung tahap II senilai Rp69 milliar, ditampung APBD tahun 2021 oleh PT. TB Indah, perusahaan konstruksi beralamat di Jakarta Pusat.

Padahal pada anggaran sebelumnya, Pemprov Sumut telah mengucurkan anggaran senilai Rp37 miliar, tepatnya rehabilitasi tahap I dan ditampung APBD TA 2020. Alhasil pasca banjir tersebut seketika menjadi buah bibir masyarakat.

Agar Pelayanan Prima

Proyek yang menelan anggaran cukup meriah itu berada ditangan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provsu, M Fadly. Kini orang dipercaya Edy mengemban penguasa BPPRD Sumut.

Namun, ironisnya hingga kini, pantauan orbitdigitaldaily.com, Jumat (23/12/2022) di tengah sorotan pembelihan lahan Medan Club, tampak sejumlah sisi bangunan mencuri perhatian publik. Lantaran, rehabilitasi tahap I hingga tahap II, tampak asbes sisi luar dengan kondisi bolong bahkan keropos ditelan usia, tak tersentuh.

Kondisi ini mengundang perhatian publik, lantaran Pemprov Sumut mengucuran dana cukup fantastis agar kesan bangunan mewah dan tampak gagah perkasa. Namun disisi lain justeru tampak bolong-bolong. Belum lagi pintu toilet pres room terkesan asal tempel.

Kemudian perhatian berikutnya, sejumlah peralatan dan fasilitas kantor, seperti meja, kursi, lemari, komputer, AC dan sarana lainnya hasil bongkaran ‘raib’ tak berujung.

Terpisah, Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut Zulkifli kepada wartawan mengatakan perluasan kantor Gubernur Sumut akan mengintegrasikan pelayanan publik secara prima.

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Zulkifli menyebut pembelian lahan Medan Club senilai Rp457 miliar serta penetapan besaran harga tanah berdasarkan hasil penilaian pengadaan tanah ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Cabang Medan.

Sementara, Plt Kadis Kominfo Sumut, Ilyas S Sitorus, mengaku kondisi Kantor Gubernur saat ini belum maksimal menyatukan intens para OPD. Dan proses pengadaan telah mengacu aturan dan pendapat hukum atau legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Sumut.

Diketahui, Pemprovsu membeli lahan Medan Club ini senilai Rp457 miliar dan dianggarkan pada APBD 2022 sebesar Rp300 miliar dan Rp157  miliar lebih akan dibayarkan pada APBD Tahun 2023 mendatang.

Reporter : Toni Hutagalung