Status Siaga Level III, 1100 KK Warga Huntap Dipulangkan ke Desa Asal

Bupati karo Terkelin Brahmana meminpin rapat pemulangan korban erupsi Sinabung sebanyak 1.100 kk, yang dihadiri kolonel Inf Yufti Senjaya, tim Monev BNPB, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis dan tim Kodam I/BB. (orbitdigitaly/Daniel Manik).

KARO- Pemulangan korban erupsi Sinabung ke desa asal dari penampungan Hunian Sementara (Huntap) didesa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo, tidak terlepas dari diturunkannya status aktifitas gunung Sinabung dari status Awas Level IV menjadi status Siaga Level III oleh Pusat Vulkabologi Mitigasi dan Badan Geologi (PVMBG) 20 Mei 2019 lalu. Bersamaan dengan itu penetapan zona juga berobah dari Zona Merah Gunung Sinabung radius 5-7 km berobah menjadi 3-5 km.

Hal ini dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat menggelar rapat Penanganan Bencana Erupsi Sinabung dengan Staf presiden Abed Nego Tarigan, Roy Abimanyu, kepala BPDB Provsu Riadil Akhir Lubis, Kalak BPDB Karo Ir. Martin Sitepu, Kabid Logistik Natanael Perangin Angin, pihak PUPR Kab Karo dna Tim Kodam I/BB, serta tim Kodim 0205/TK, Jumat (13/9/2019) diruang rapat bupati.

Menurut Terkelin Brahmana, dengan situasi adanya penurunan status gunung Sinabung, kita sudah membentuk tim sosialisasi dengan instansi terkait pemulangan pengungsi kedesa asal, yakni desa Tigapancur, desa Jeraya, desa Pintumbesi, desa Kuta Tengah dan desa Kutagugung, ini sudah kita rencanakan dan kita tunggu anggaran dari pihak BPBD Provsu, sebab sebelumnya sudah kita ajukan sesuai kebutuhan pemda.

Tambah Terkelin, sejak 2014 lalu, kelima desa yang terkena bencana erupsi Sinabung itu, sudah lama ditinggalkan penduduknya, sehingga rumah warga membutuhkan fasilitas umum (Fasum), seperti jambur dan sarana air bersih. Menyangkut hal itu, “Pemkab Karo tidak ada mengganggarkan untuk kebutuhan itu, sehingga melalui surat bupati dimohon kan bantuan anggraan provsu,” katanya.

Dikesempatan rapat itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melalui kepala BPDB Provsu, Riadil Akhir Nasution, membenarkan pihak Pemkab Karo ada mengajukan kebutuhan dana ke pihak propinsi terkait pemulangan pengungsi lima desa kedesa asal.
“Melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang disalurkan melalui BPBD provsu menyanggupi rumah dan kebutuhan lainnya terkait pemulangan warga yang dievakuasi serta pembangunan portal zona merah yang baru, nantinya,’ ungkap Raidil.

“Jumlah dana yang kami salurkan sesuai kebutuhan pengungsi 1.100 KK yang tertampung di anggaran BPBD Provsu 7.542.157.500,” sebutnya.

Sementara Kalak BPBD Karo Ir Martin Sitepu mengatakan, pihaknya siap untuk menjalankan pemulangan pengungsi lima desa itu, sebab kita menunggu tim dari pihak kodam I/BB selaku koordinator pemulangan pengungsi yang akan melaksanakan Karya Bakti.

“Bagi warga yang dipulangkan nantinya ke desa asal jika membutuhkan karya bakti di desanya, untuk membantu pembersihan, maka peran tim Kodam I/BB yang mengerjakan sesuai perintah pimpinan atas,” ujarnya.

Reporter : Daniel Manik