Meski demikian, Dinkes Sumut tetap memberi perhatian serius terhadap angka kesakitan atau morbiditas yang masih berada di angka 10,43 persen dari target 10,03 persen.
Kondisi tersebut dipengaruhi tantangan perubahan lingkungan dan meningkatnya beban penyakit menular maupun tidak menular.
Sementara prevalensi stunting, Dinkes Sumut masih menunggu rilis resmi data final dari Kementerian Kesehatan.
Ke depan, Pemprov Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan melalui program promotif dan preventif, termasuk pengembangan layanan kesehatan primer berbasis digital, penguatan posyandu aktif hingga ke desa-desa, serta intervensi gizi terpadu untuk percepatan penurunan stunting.
“Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, menuju Sumatera Utara yang sehat, berkah, dan sejahtera,” tegas Faisal. (OM-09)
Sumut Naik Kelas, Angka Kematian Ibu Turun Lampaui Target Nasional







