Sumut Punya Tradisi Kerukunan yang Tak Terbantahkan

Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap MA. (Foto/Ist)

Menag Apresiasi Prof Syahrin dan UINSU

Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Administrasi, Hasan Basri Sagala. (Foto/Ist)

Sementara itu Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memberi apresiasi yang tinggi kepada Prof Syahrin dan UINSU yang dinilai gigih memasyarakatkan moderasi beragama di Sumut, salah satunya lewat menggelar Seminar Internasional tentang Moderasi Beragama.

“Menteri Agama RI memberikan apresiasi yang tinggi untuk Prof Syahrin dan UIN Sumatera Utara atas terselenggaranya Seminar Moderasi Beragama ini,“ ujar Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasan Basri Sagala, yang hadir mewakili Menteri Agama RI pada pembukaan seminar tersebut.

Menurut Menag, bagi masyarakat multikultur dengan berbagai perbedaan seperti Indonesia, cara pandang, sikap, dan praktik beragama “jalan tengah” atau moderat menjadi kebutuhan nyata.

Hampir tidak ada negara yang memiliki keragaman sekompleks Indonesia. Kondisi tersebut meniscayakan adanya “titik temu” yang mampu menyatukan dan mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.

“Titik temu itu tidak akan pernah bisa diwujudkan jika tidak tumbuh dari sebuah pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat yang mampu mendialogkan berbagai kepentingan, harapan, cita-cita, dan keinginan-keinginan,” kata Menag.

Dalam konteks bernegara, dijelaskan Menag, prinsip moderasi ini pula yang pada masa awal perjuangan dapat mempersatukan tokoh kemerdekaan yang memiliki ragam aspirasi dan kepentingan politik, serta ragam agama dan keyakinan.

“Semuanya bergerak ke tengah untuk bersama-sama menerima bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Menag.

Seminar menghadirkan narasumber Prof Dr Uli Kozok dari Universitas Hawaii di Manoa dan Dr Phil Zainul Fuad MA selaku Ketua Rumah Moderasi Bergama UINSU. (*/GR)