Aceh  

Terputus Masa Kerja, Tenaga Honorer Datangi DPRK Abdya “Minta Keadilan”

Wakil Ketua II DPRK Abdya Hendra Fadli, SH saat menanggapi keluh kesah para tenaga honorer terputus kontrak dihalaman gedung DPRK Abdya. (Foto/Ist)

ABDYA | Pasca terputus masa kerja, tenaga honorer mendatangi gedung DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) guna menyampaikan orasi terkait tidak bisanya mereka melakukan pendataan tenaga non aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Setempat, Senin (3/10/2022).

Pada kesempatan itu, Koordinator Aksi, Safrizal mengatakan, bahwa kehadiran tenaga honorer yang tergabung dalam aliasi pejuang keadilan tenaga kontrak ke gedung DPRK Abdya bertujuan untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka alami serta meminta dukungan wakil rakyat, agar setiap persoalan yang dihadapi medapatkan solusi terbaik.

Selain itu, kata dia, seratusan tenaga honorer yang menggelar aksi damai itu merupakan korban pemutusan tenaga kontrak pada tahun 2018 lalu yakni, dimasa kepemimpinan Bupati Akmal Ibrahim. Keputusan pemutusan kontrak tenaga honorer itu menyusul setelah dilakukannya seleksi ulang untuk rekrutmen tenaga kontrak baru, sehingga banyak honorer yang telah lama mengabdikan diri harus menerima keputusan untuk dirumahkan. Akibatnya, seratusan tenaga honorer itu saat ini tidak bisa melakukan pendataan non ASN lantaran surat kepetusan (SK) mereka terputus.

“Kami datang kemari untuk mengajak seluruh anggota DPRK Abdya bersama-sama membela hak kami sebagai tenaga honorer yang telah terputus SK-nya beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.