Tokoh Agama Kristen Komit Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

TANAH KARO Menyusul Kabupaten Karo dinyatakan Zona merah Covid-19 Sabtu kemarin, sejumlah tokoh agama Kristen di daerah itu, sepakat perketat protokol kesehatan dalam menjalankan beribadah berjamaah atau kolektif.

Lonjakan Reproductive Number (RO ) Virus Corona, menyebabkan zona status berubah ke zona merah, maka kami para tokoh agama Kristen di Kabupaten Karo, sepakat dan mendorong selalu siap dan terdepan sebagai pion – pion dalam mendukung setiap program pemerintah dimasa pandemi Covid-19, baik disaat level zona hijau, zona Kuning dan zona merah. Intinya kami tetap mendukung kebijakan pemerintah yang terbaik.

Hal itu dikatakan tokoh agama Kristen Kabupaten Karo melalui Pdt Masada Sinulaban STh, didampingi Pdt Antoni Tarigan, Senin (09/06/2020) saat mengikuti videoconfrence bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH di ruang Comand Center Dinas Kominfo.

Menurut Masada, demi kebaikan dan aturan yang ada, kami hamba Tuhan akan meneruskan kepada para jemaat, dimasa status zona merah ibadah kolektif secara permanen, tidak dibenarkan pihak GTPP Covid-19, kami menyambut suatu keputusan yang bijaksana sesuai protokol kesehatan.

“Yang perlu disikapi para camat dan Kades, supaya mereka satu bahasa, dalam status dalam melaksanakan sosialisasi dan himbauan kembali dipertajam. Semisal tidak boleh berkerumun, iya tegaskan, baik di tempat ibadah, tempat pasar, pajak, kedai kopi, kolam pancing dan lebih spesial tempat lokasi perjudian,” singgungnya.

Menyahuti tokoh agama yang mengikuti video confrence, Bupati Karo Terkelin Brahmana langsung melakukan kroscek langsung kepada para camat dan.menanyakan, apakah ada camat dan Kades melakukan pelarangan ibadah.

Mendengar pertanyaan buoati, Camat Dolat Rakyat, Payung dan camat Barusjahe, secara tegas mengatakan, diwilayahnya tidak pernah ada melakukan pelarangan ibadah, sebab tokoh agama didesa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kepala desa, jadi anggapan ini tidak mendasar, hanya saja Kades mengingatkan ibadah tidak boleh berkerumun, dan lebih efektif lewat live streaming atau membatasi jemaat berjamaah, namun memperhatikan protokol kesehatan,” jelas camat menerangkan secara bergantian

Dikesempatan itu Terkelin sarankan, supaya para camat transparan dan tidak menutup nutupi terkait perjudian di wilayah ketiga camat tersebut, apakah ada, sehingga terkesan pilih kasih, multitafsir bahwa gereja dibatasi sedangkan judi dibiarkan merajela.

Membuktikan kebenaran informasi itu, Bupati karo Terkelin Brahmana, secara bergantian bertanya kepada ketiga camat “apakah ada judi disana”?.

Menjawab pertanyaan Terkelin hanya Camat Barusjahe Kalsium Sitepu yang mengakui diwilayahnya ada judi, sedangkan Camat Payung dan Dolat Rayat berkelit, bahwa diwilayahnya tidak ada judi.

Mendengar jawaban camat Payung dan Dolat Rayat, Terkelinpun sedikit gamang, namun memuji Camat Barusjahe, karena dia mengakui diwilayahnya ada judi.

Keterangan Gambar :

Usai mengikuti videoconfrence, para tokih agama foto bersama dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Reporter : Daniel Manik