TOBA – Kondisi penularan virus Korona atau Covid – 19 di Sumatera Utara mendorong PT Inalum (Persero) untuk segera melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah operasionalnya.
Protokol pencegahan penyebaran Covid- 19 itu aktif diterapkan sejak tanggal 22 Maret 2020 dengan melakukan pemeriksaan suhu terhadap setiap tamu yang masuk ke dalam area Pabrik Peleburan Aluminium Kuala Tanjung, PLTA Paritohan, dan Komplek Perumahan yang ada di Tanjung Gading maupun Paritohan.
Protokol bekerja dari rumah atau work from home juga diterapkan pada lokasi kerja Inalum yang ada di Medan. Selain itu, Inalum juga menerapkan larangan bagi seluruh Pegawainya untuk berpergian ke daerah terjangkit serta mengimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan makan bergizi, istirahat yang cukup, olahraga, serta selalu mencuci tangan secara berkala.
Peningkatan kesadaran untuk menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dan menjaga kesehatan itu tidak hanya ditekankan kepada para pegawai Inalum saja, namun juga kepada khalayak masyarakat umum.
Seperti pada Senin kemarin, Inalum telah memasang fasilitas instalasi cuci tangan berbentuk wastafel portable yang dilengkapi hand wash yang ditempatkan di 15 titik pusat keramaian di Kabupaten Batu Bara dan Toba yang merupakan wilayah utama kerja Inalum.
Direktur Eksekutif SDM Inalum, Ismadi YS Jenal sekaligus Ketua Tim Tanggap Covid-19 PT Inalum (Persero) menyatakan bahwa seluruh upaya ini dilaksanakan tidak hanya untuk kepentingan Inalum semata, namun juga untuk kepentingan bersama seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Batu Bara dan Toba.
Pak Ismadi berpesan, sesuai data dari Dinas Kesehatan Batu Bara dan Toba per tanggal 6 April 2020, wilayah tersebut masih merupakan daerah hijau yang bebas dari Covid-19 dan hal ini harus dipertahankan dengan berbagai gerakan sadar kebersihan dan protokol yang diharapkan mampu mendeteksi dan memutus penyebaran wabah dengan cepat.
Selain itu, Ismadi juga berpesan bahwa sejauh ini sesuai data yang dihimpun dari Kabupaten Simalungun per tanggal 6 April 2020, sudah terdapat satu kasus positif Covid – 19 di Perdagangan, dan lokasinya cukup dekat dengan Kabupaten Batu Bara.
Karenanya, pihak manajemen Inalum tetap melakukan bergagai adaptasi terhadap pekerjaan sehari-hari seperti penggunaan masker di lokasi kerja, meminimalisir rapat tatap muka dengan penggunaan fasilitas video conference serta pemberlakuan physical distancing sesuai instruksi dari Presiden RI, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Batu Bara.
Untuk memaksimalkan physical distancing, manajemen Inalum juga mengatur jadwal bus pegawai menjadi 2 kloter, dimana bagi pegawai maupun keluarga INALUM yang baru saja pulang dari daerah terjangkit akan dikategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
“Jika perjalanan urusan pribadi dari daerah terjangkit, maka isolasi mandiri selama 14 hari dengan memotong cuti tahunan, sedangkan jika perjalanan dinas dari daerah terjangkit, maka isolasi mandiri selama 14 hari tanpa potong cuti namun menerapkan mekanisme Work From Home (WFH) sesuai instruksi Presiden RI,” sebut Ismadi.
Sementara itu, Kepala Departemen CSR Inalum, Daniel J.P. Hutauruk juga menyampaikan bahwa saat ini sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-77/ MBU/ 03/ 2020, INALUM telah ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.
“Inalum bersama BUMN lain di Sumatera Utara yang tergabung dalam Satgas Bencana Nasional BUMN siap berkontribusi aktif untuk memerangi wabah ini, dan kami akan lakukan berbagai program prioritas yang semoga saja bisa mempercepat berakhirnya wabah Covid 19 ini,” harap Daniel.
Reporter: Bernard Tampubolon







