USU dan BPJPH Teken MoU, Beri Jaminan Produk Halal

Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu dan Kepala BPJPH Prof Dr Sukoso saat menandatangani MoU di Lantai III Gedung Biro Rektor USU. di Lantai III Gedung Biro Rektor USU, Rabu (31/6)

MEDAN-Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU), terkait Jaminan produk Halal (JPH). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua pihak dilakukan, Rabu (31/7), di Lantai III Gedung Biro Rektor USU.

MoU tersebut ditandatangani Kepala BPJPH Prof Dr Sukoso dan Rektor USU Prof Dr H Runtung Sitepu. Turut hadir menyaksikan, Ketua LPH USU Prof. Indra Surya, Ph.D dan sejumlah pejabat USU, para pimpinan universitas negeri dan swasta di Sumut, serta pelaku usaha. Hadir juga beberapa perwakilan instansi/lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), birokrat dari Kanwil Kemenag dan BPOM.

“Memakan-makanan halal akan memberikan keberkahan bagi kita semua,” kata Runtung Sitepu. Menurutnya, barang dan jasa yang dikonsumsi atau digunakan masyarakat harus terjamin kehalalannya.

Melalui kerjasama ini, ia berharap USU dapat berperan maksimal dan memberikan kontribusi terbaik dalam penyelenggaraan jaminan produk halal bagi masyarakat. Peran tersebut diantaranya dilakukan dalam sosialisasi, edukasi, dan penelitian produk halal.

Disamping itu, papar Runtung, MoU ini juga bagian untuk memperkuat pendirian Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) USU. Selain menandatangani MoU, USU juga menggelar seminar halal ke-2. Katanya, LPH diharapkan menjadi kontribusi nyata dari USU mendukung implementasi sistem jaminan halal di Indonesia.

“Harapannya LPH USU nantinya ikut berperan dalam pembinaan, bimbingan, dan pendampingan dalam sertifikasi halal. Jadi ke depannya, USU punya hak memberikan penjelasan produsen dan konsumen tentang halal,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua BPJH, Prof Dr Sukoso mengatakan, UU JPH memberikan keluasan peran bagi perguruan tinggi. “Perguruan tinggi mempunyai peran yang luas dalam penyelenggaraan JPH,” papar Sukoso.

Katanya, perguruan tinggi dapat ikut serta dalam penyelenggaraan sertifikasi halal. Yaitu menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Perguruan tinggi mempunyai sumber daya manusia yang handal untuk menjadi auditor halal sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan oleh Undang-undang.

Sukoso, juga menambahkan perguruan tinggi dapat pula berperan dalam edukasi sadar halal bagi masyarakat.

Sukoso mengambil contoh tentang penyembelihan unggas yang kondisi riilnya hingga saat ini masih membutuhkan edukasi secara masif kepada pelaku usaha. Ia berharap agar USU dapat berkontribusi maksimal dalam penyelenggaraan JPH, khususnya di Sumut.

Saat ini sudah lebih 23 perguruan tinggi yang melakukan MoU dengan BPJPH. Pada bagian lain, Sukoso menyebut halal adalah hal yang mutlak dan mengakar bagi umat Islam. Karena kehalalan suatu produk yang dikonsumsi akan menjadi cikal bakal pembentuk karakter diri seseorang dan keturunannya kelak. (*)