Rektor USU Muryanto Amin menyatakan bahwa hasil dari pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik tersebut sangat disyukuri, di mana efisiensi yang dilakukan oleh USU di tengah pandemi, akhirnya membuahkan hasil.
“Kita bersyukur ya karena dapat WTP. Namun perbaikan-perbaikan harus semakin gencar dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. USU selaku PTNBH, tata kelola keuangan dan kepemilikan asset itu akan menjadi program prioritas yang perlu diperbaiki lagi sistemnya. Kita akan melakukan perubahan sistem yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Supaya lebih efektif, lebih memadai dan akurat sesuai standar akuntansi keuangan,” pungkasnya.
Sementara Harsya Aditya, selaku akuntan dari KAP Kanaka menyatakan, bahwa tolok ukur untuk melakukan pemeriksaan itu adalah tingkat kewajaran. Tingkat kewajaran ini direfleksikan di mana akuntan sudah memiliki patokan nilai tertentu.
“Kalau laporan keuangan itu adalah tanggungjawab manajemen. Sementara tanggung jawab KAP adalah memeriksa, di mana nanti dari hasil pemeriksaan itu ada opininya. Opini inilah yang menyatakan bahwa suatu laporan keuangan tersebut wajar atau tidak, yang memiliki tolok ukur tertentu. Tolok ukurnya sendiri akan menyatakan bahwa jikalau suatu laporan keuangan sudah diperiksa, dan ternyata sudah tidak ada salah saji yang menurut kami tidak material, maka bisa dinyatakan bahwa laporan keuangan tersebut sudah wajar. Kalau dikaitkan dengan laporan keuangan USU, setelah dilakukan pemeriksaan selama periode 2021, ternyata bisa diyakinkan bahwa laporan keuangan tahun 2021 ini sudah bebas dari salah saji yang material, sehingga layak untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” ungkapnya.
Menurut Harsya, kalau tahun kemarin dari hasil pemeriksaan USU mengalami defisit, namun kinerja tahun 2021 sudah lebih membaik.
“Tahun 2020 itu kan dampak pandeminya masih sangat terasa ya. 2021 kinerjanya sudah meningkat, pendapatannya juga meningkat.” katanya.
Ia menilai, yang perlu diperbaiki oleh USU secara garis besar kelemahan yang dijumpai sebenarnya disebabkan USU secara strukturnya berjumlah cukup sehingga perlu memperkuat kerja sama antar unit kerja dan koordinasinya harus ditingkatkan lagi. Juga pengembangan IT-nya.
Informasi lengkap mengenai USU dapat dilihat di http://www.usu.ac.id (Red)







