Wagubsu Lantik Pengurus TI Asahan, Labuhan Batu dan Tanjungbalai

oleh -73 views
Wagubsu Musa Rajecksah bersama pengurus TI Asahan usai dilantik

KISARAN- Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, yang juga Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Sumut melantik secara bersama Pengurus Kabupaten TI Asahan, Labuhan Batu dan Kota Tanjung Balai periode 2019-2023 di GOR Rambate Rata Raya, Kisaran, Minggu (22/9/2019).

Dalam arahannya, Musa Rajekshah berharap setiap pengurus antar daerah bisa membina kekompakan.

“Mudah mudahan ini juga menjadi satu contoh awal bagi Pengurus Kab/kota lainnya bisa dilaksanakan pelantikan bersama. Makna yang kita dapatkan adalah seluruh pengurus bisa bertemu, komunikasi bisa terbangun, silaturahmi bisa terbangun, jadi pengurus antar Kabupaten/Kota jadi bisa lebih kompak,” ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Sebelum membacakan ikrar, Ijeck terlebih dahulu mempertanyakan kesiapan para pengurus yang akan dilantik dan dijawab dengan kompak bahwa mereka bersedia.

Usai membaca ikrar, Ijeck lalu memberikan Bendera Pataka kepada masing masing Ketua Pengkab/Pengkot.

Ijeck berharap, melalui pelantikan ini, yang dihadiri oleh masyarakat, atlit dan pecinta olahraga Taekwondo, bisa menjadi penambah semangat untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam memajukan olahraga Taekwondo di daerah masing masing.

“Semua organisasi pasti jika ada pengurus baru dilantik secara seremonial. Harapan kita dengan pelantikan ini menjadi penambah semangat,” harapnya.

Pelantikan ini disaksikan oleh banyak orang, siapa saja ketua dan pengurus, menjadi suatu hal yang diyakini bahwa kita diperhatikan orang, diingat orang.

“Untuk itu kita harus betul betul mengurus organisasi dengan baik apalagi ini organisasi olahraga. Kita harapkan bisa mendapatkan prestasi yang baik untuk mengharumkan nama kabupaten kota dan provinsi nantinya,” ujar Ijeck.

Mengenai semangat kekompakan, Ijeck pun sempat menceritakan pengalamannya saat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat saat aktif mengikuti Taekwondo. Dulu saya waktu ikut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di tahun 1989, masih ingat betul saya.

“Kami diberhentikan di Langkat tengah hari bolong, disuruh berlari ke Binjai tanpa alas kaki. Sampai di Binjai, belum lagi istirahat, langsung disuruh sparring. Namun itulah perjuangan. Jika hati senang, kekompakan terjaga, rintangan bisa dihadapi. Dengan kekompakan prestasi bisa diraih,” pungkas Ijeck sembari bercerita dan disambut tepuk tangan oleh hadirin yang hadir.

Reporter : Suheri