Walikota Medan Diminta Evaluasi Kinerja Pejabat Dinas Kebudayaan

Ketua Majelis Kesenian Medan (MKM), Choking Susilo Sakeh. (Istimewa)

MEDAN – Citra Pemko Medan terhadap pembangunan seni-budaya semakin melemah. Hal ini lantaran ada pejabat disbud Medan yang tidak memiliki pemahaman terhadap seni-budaya serta menganggap program budaya semata-mata adalah proyek.

Walikota Medan lantas diminta mengevaluasi ulang pejabat yang ditempatkannya di Dinas Kebudayaan.

Demikian rangkuman pendapat budayawan senior, Zaidan BS, dan ketua Majelis Kesenian Medan (MKM), Choking Susilo Sakeh, kemarin.

Zaidan menyebut beberapa contoh kegiatan yang antara lain ditanggungjawabi Bidang Kesenian Disbud Medan. Misalnya Festival Serampang XII, Festival Mainan Tradisional, Pembinaan Kesenian dan dua hari acara Festival Multietnis.  

Menurut Zaidan, penyelenggaraan kegiatan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu, tidak berdampak positif terhadap pembangunan kesenian Kota Medan. Bahkan yang terjadi adalah sebaliknya.

Ini dikarenakan Bidang Kesenian Bidang Kesenian Disbud sama sekali tidak memahami esensi kesenian, bahkan menyikapi semua program kesenian hanya sebagai proyek semata.

“Pemahaman semacam ini tidak dimiliki oleh pejabat di Disbud Medan, sehingga memposisikan seni sama dengan alas kaki dan layak dijadikan proyek,” kata anggota MKM ini.

Dia mengingatkan, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Sebagai karya kebudayaan, kesenian mempunyai fungsi mulia di dalam membangun peradaban manusia.