“Kualitas materi acara sangat memprihatinkan, teknis penyelenggaraannya pun amburadul dan tidak mampu mengundang minat masyarakat untuk menyaksikannya,” tegas Zaidan, yang juga mantan pengurus PWI Sumut itu.
Dia mencontohkan, Festival Multietnis sejak awal dirancang bersama-sama oleh MKM dan Disbud Medan agar menjadi ikon festival budaya berskala internasional yang diselenggarakan oleh Pemko Medan.
Even ini tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga kreasi olah rasa yang menggugah kesadaran kemanusiaan. Untuk itu, MKM telah menjajaki kemungkinan dukungan dari provinsi dan kemendikbud.
“Faktanya, acara yang menghabiskan anggaran lebih setengah miliar ini diselenggarakan sesukanya, bahkan berdampak negatif terhadap tingkat kepedulian Pemko Medan kepada seni-budaya.”







