Warga Minta Pemkab Karo Dan BPPJN II Kerjasama Tanggulangi Banjir

Tampak dalam susana masih banjir, alat berat milikk PUPR Pemkab Karo menormalisasi parit jalan yang menyebabkan terjadinya banjir di kawasan Kuta Gadung desa Raya Jalan Jamin Ginting Kabanjahe-Berastagi. (orbitdigitaly/Daniel Manik)

TANAH KARO – Warga Desa Raya yang bermukim di sekitar Kuta Gadung Jalan Jamin Ginting Kabanjahe-Berastagi desak pihak BPPJN Wilayah II Medan bekerja sama dengan Pemkab Karo menanggulangi banjir di sekitar pemukimannya

Pasalnya, setiap hujan turun sebentar saja (30 menit saja) maka pemukiman yang berada disekita Hotel Suite Pakar Jalan Jamin Ginting akan berobah menjadi genangan air bagai danau kecil. Dan kondisi banjir ini sudah menjadi langganan sepanjang tahun.

Hal itu dikatakan warga Desa Raya Kecamatan Berastagi Siska Sembiring, Rabu (4/12/2019).

Menurut Siska Sembiring, mpihaknya sangat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Pemda Karo dapat menuntaskan permasalahan ini secepat mungkin, agar masyarakat nyaman lewat di lokasi yang sering banjir itu. “Karena bila terjadi banjir, tidak jarang pula kenderaan yang melintas mengalami mogok, sehingga terjadi pula kemacetan jalan lalulintas yang menimbulkan antrian panjang,” katanya.

Tambah Sembiring, pihaknya mengetahui kalau lokasi langganan banjir itu adalah tanggungjawab pemeliharaan jalan Nasional BPPJN II Medan. Tapi tidak ada salahnya kalau Pemkab Karo bersedia membantu dan memberikan partisipatif serta solusi untuk penanganan langganan banjir itu,” harapnya.

Menyahuti keluhan warga Bupati Karo Terkelin Brahmana SH langsung bereaksi cepat dan memerintahkan Dinas PUPR Kabupaten Karo untuk mengirimkan satu unit alat berat excavator guna menormalisasikan parit yang dipenuhi limbah, supaya air yang tergenang dapat mengalir ke parit yang dikorekk itu.

Dikesempatan itu Terkelin juga menginstruksikan supaya Dinas PUPR mengerahkan alat berat yang ada dan selama sepekan kondisi banjir itu harus rutin dikontrol dan dicek.

“Untuk memaksimalkan penangan banjir itu, Camat Berastagi juga harus berkoordinasi dengan pengusaha-pengusaha wortel supaya mereka selalu mengontrol pembuangan limbahnya ke parit jalan, karena pembuangan limbah bekas pencucian wortel merupakan salah satu penyebab terjadinya penyumbatan parit,” tandas Terkelin.

Menyangkut langkah kordiansi ke pihak BPPJN II Medan, Pemkab Karo tetap mengupayakannya, agar tidak salah pengertian jika tim work kita turun setiap satu minggu sekali. “Dengan seringnya banjir dilokasi ini, dihimbau kepada masyarakat agar jangan buang sampah sembarangan kedalam parit, terlebih pengusaha wortel,” tegasnya.

Reporter : Daniel Manik