Medan  

KS Orka akan Menjual Aset Panas Bumi di Sumatera Utara

Pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power di Mandailing Natal

MEDAN | Pengembang panas bumi yang berbasis di Singapura KS Orka Renewables Pte Ltd berencana menjual aset panas bumi mereka di Sumatera Utara.

Sumber Petromindo.com menyebutkan, Perseroan telah mendapatkan penawaran dari tiga perusahaan Indonesia, yaitu Pertamina Geothermal Energy Tbk, Star Energy–anak usaha Barito Pacific Tbk, dan Medco Power–anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk.

KS Orka memiliki 95 persen saham di PT Sorik Marapi Geothermal Power yang saat ini mengoperasikan tiga unit pembangkit panas bumi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan total kapasitas 140 MW, dapat diperluas hingga 240 MW.

Sisa 5 persen saham Sorik Marapi dimiliki oleh PT Supraco Indonesia.

Unit keempat dengan kapasitas 50 MW, diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun, kata Direktur Sorik Marapi Riza Pasikki kepada Petromindo.Com pada Februari tahun ini.

Sorik Marapi telah menandatangani perjanjian jual beli listrik selama 30 tahun dengan perusahaan listrik milik negara PT PLN, di mana perusahaan menjual hasil listrik dari pembangkit listrik panas bumi ke utilitas dengan tarif 8,1 sen AS per kWh.

KS Orka mayoritas dimiliki oleh perusahaan China Kaishan Group dengan perusahaan Islandia Hugar Orka ehf sebagai pemegang saham minoritas.

Selain Sorik Marapi, KS Orka juga mengoperasikan pembangkit panas bumi Sokoria di Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas saat ini 5 MW, dapat ditingkatkan menjadi 30 MW.

Pada tahun 2022 Perusahaan menandatangani kesepakatan senilai US$ 60 juta dengan perusahaan Turkiye Hitay Group untuk mengakuisisi 7 konsesi panas bumi di Indonesia dengan potensi sumber daya sebesar 990 MW. (red)