Ragam  

BKKBN Sumut dan Komisi IX DPR RI Gelar Promosi dan KIE Program PPS di Asahan

Anggota Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar Lc bersama Kaper BKKBN Sumut, Dr Munawar Ibrahim , S.Kp, M.PH foto bersama dengan peserta kegiatan Promisi dan KIE Program PPS di Kabupaten Asahan. (Foto/Ist)

ASAHAN | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara kembali laksanakan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR-RI H. Ansory Siregar, Lc.

Pada kesempatan ini Kabupaten Asahan menjadi sasaran Kampanye tersebut. Bertempat di Lapangan Kel. Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 350 peserta, Sabtu, (23/7/2023).

Anggota Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar Lc saat menyampaikan sambutan. (Foto/Ist)

H. Ansory Siregar, Lc mengajak peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan, khususnya kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita harus menjaga makanan, minumannya, akhlaknya, budi pekertinya dan pendidikannya agar kelak anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan kuat sesuai lirik yang kita nyanyikan dalam lagu MARS KB,” ungkapnya.

Kaper BKKBN Sumut, Dr Munawar Ibrahim , S.Kp, M.PH saat menyampaikan sambutan. (Foto/Ist)

Hal tersebut didukung oleh Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, MPH selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam paparannya ia menyebutkan bahwa stunting bukan ancaman individu melainkan ancaman bagi bangsa dan Negara.

“Kepada bapak ibu yang mempunyai anak remaja dan berencana ingin menikah, jangan buru buru untuk menikahkan anak, apalagi jika usianya masih terlalu muda. Karena itu akan berisiko pada dirinya dan calon bayinya jika dia hamil dan melahirkan di usia muda. Bkkbn telah merekomendasikan usia pernikahan bagi anak anak kita yaitu usia 21 tahun bagi perempuan dan usia 25 tahun bagi laki-laki.” lanjutnya.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Asahan memang telah mengalami penurunan jumlah kasus Stunting dari tahun 2021 yang berada di angka 18,9% menjadi 15,3% di tahun 2022. Namun kampanye program percepatan penurunan Stunting masih terus dilakukan agar sesuai yang telah ditargetkan oleh Presiden di tahun 2024, angka Stunting secara nasional dapat mencapai 14%.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis P2KBP3A Asahan, Edi Sukmana, Ketua DPD PKS Asahan, Henri Siregar, dan H. Ahmad Z. Batubara, Lc selaku anggota legislatif, kader TPK Kota Kisaran Timur, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Kabupaten Asahan. (Red)