Aceh  

Pasca Tuha Peut Gampong Teungoh, Geuchik Serta Perangkat Siap Mengundurkan Diri

Geuchik Gampong Teungoh Syarifuddin S.Sos. (Foto/Ist)

LANGSA | Salah satunya kronologis yang diduga tidak bersinergi dengan dengan Kepala Desa (Geuchik) Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota, diduga tuha Peut, hampir berjalan satu setengah tahun dinilai dengan pejabat Geuchik Gampong Teungoh, selalu saja ada masalah yang tidak putus – putusnya ditimbulkan oleh pihak tuha Peut.

Dalam hal ini Geuchik Gampong Teungoh, Syarifuddin SSos I. Merasa kesal dan tidak sanggup untuk menjalankan roda pemerintahan Gampong, sebutnya kepada orbitdigitaldayli.com saat ditemukan diruangan kerjanya. Selasa (23/1/2023).

“Mengingat semuanya ini jadi serbasalah dalam mengambil kebijakan dirinya, tuha Peut bila diundang selalu tidak menghadiri rapat sehingga musyawarah desa (Gampong) terjadi terkendala karena sulit diluruskan serta rumit diambil keputusan untuk keperluan kesejahteraan masyarakat, terkait, terhambatnya administrasi pemerintahan desa,” tuturnya.

Menurutnya dengan jujur meminta melalui Kabag hukum, Pemerintahan Kota Langsa, serta pihak kecamatan dan dinas terkait lainnya. Agar segera mungkin meluruskan semua dugaan – dugaan yang ditimbulkan pihak tuha Peut, seraya menjelaskan, bila ini juga belum ada titik terang dari Pemko Langsa, dirinya siap mundur selaku geuchik tidak ada rasa penyesalan bila dia tidak menjabat geuchik lagi.

“Bersedia mengundurkan dirinya, bahkan sejumlah perangkat Gampong (desa) tanpa ada unsur paksaan terhadap mereka, semuanya akan mengundurkan diri apabila saya meletakan jabatan sebagai geuchik, maka dalam hal ini, kami meminta pemko Langsa untuk segera memanggil Tuha Peut,” ujarnya.

Sekali lagi Geuchik, menyatakan sikap serta para perangkat Gampong juga sepakat akan mengundurkan diri dari jabatannya masing – masing.

“Mengingat selama ini, kami tidak bisa bekerja secara maksimal walaupun niat kami telah melaksanakan tugas pemerintahab dengan sebaik – baiknya, namun selalu menimbulkan hambatan oleh tuha Peut,” ucapnya.

“Maka oleh karena itu kami tidak sanggup lagi menjalankan roda pemerintahan gampong, apalagi demi kepentingan masyarakat yang sangat dibutuhkan selama ini, selalu terhambat akibat tuha Peut,” terangnya.

Ia menyebutkan, mengapa tuha Peut disinyalir bila diundang dalam musyawarah desa (Musdes) Gampong, terkait pembahasan anggaran dana desa diduga oknum yang bersangkutan tidak mengindahkan undangan geuchik, sepertinya diabaikan, sementara keinginan pemerintahan gampong jangan nantinya ditimbulkan pemikiran negative atau krisis kepercayaan dari tuha peut terhadap semua kebijakan geuchik.

Dijelaskannya lagi, sebelum persoalan ini bahwa geuchik pernah mengundang tuha Peut dalam rangka membahas rapat, disebutkan dalam surat nomor : 005/312/2024. sehubungan dengan akan dilaksanakannya musyawarah Gampong perihal pembahasan dan penetapan perubahan anggaran pendapatan belanja gampong tahun 2023. Maka dengan ini kami mengundang bapak/ibu, yakni, tujuan surat itu terhadap tuha Peut Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota.

“Adapun tanggal surat undangan Jumat 22 Desember 2023, pukul 08.30 WIB bertempat di Aula Kantor Geuchik Gampong Teungoh, bersifat pembahasan APBG P TA 2023. Namun pihak yang bersangkutan diduga tidak juga menghadiri undangan tersebut, sehingga pemerintahan gampong terkendala pembahasan anggaran,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Langsa Kota Yusrizal ST. Saat diminta keterangannya kepada media ini, dia mengatakan, memang benar adanya terjadi keselisihan pahaman antara tuha Peut dengan geuchik Gampong Teungoh, bahkan pihak kecamatan demi kepentingan dan kebutuhan rakyat banyak, khususnya warga Gampong teungoh, pihak camat telah mengadakan rapat dan mengundang tuha Peut demi kita luruskan perselisihan tersebut, dalam rangka rapat evaluasi penyelenggaraan pemerintahan gampong. Melalui surat undangan nomor : 005/ 29/2024. Dilaksanakan di Aula Kantor Camat setempat, yaitu berbunyi, demikian undangan ini disampaikan atas kehadirannya tepat waktu diucapkan terimakasih.

Dikatakannya lagi, namun undangan tersebut, disinyalir tidak diindahkan oleh tuha Peut, bahkan satupun diantaranya tidak ada yang menghadiri. Bahkan camat saat mengundang tuha Peut Gampong Teungoh, telah mengundang sebahagian instansi yang ikut terlibat, turut dihadiri pihak inspektorat, muspika kecamatan Langsa kota dan perwakilan DPMG namun undangan camat tidak diharga oleh tuha Peut.

Sebutnya, ini bak umpama pepatah orang tua di zaman dulu, bila kita sedang marah dengan seekor nyamuk, janganlah kita lampiaskan kemarahan kita tersebut, sehingga kelambupun dijadikan korban harus kita bakar, Jadi ini semuanya tidak bijaksana dan sulit mendapatkan titik temu dalam penyelesaiannya.

“Begitupun sebaliknya bila ada kesalah pahaman antara geuchik dan tuha Peut, camat mengundang tuha Peut demi menyelesaikan, perselisihan dalam rapat evaluasi penyelenggaraan pemerintah Gampong, namun tuha Peut tidak satupun yang terlihat hadir dalam rapat,” pungkasnya.

Reporter : Rusdi Hanafiah