Baru Menjabat, Wali Kota Siantar Didemo Pedagang Pasar Horas

Para Pedagang Pasar Horas demo hingga memblokir akses Jalan Inti Kota, Kamis (6/3/2023) siang. Foto/Ist

SIANTAR | Para pedagang Pasar Horas berunjuk rasa menuntut lapak (gedung IV) yang terbakar pada September 2024 lalu agar segera direnovasi.

Puluhan massa yang tergabung di dalam Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) meminta Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi agar segera memperhatikan kondisi yang dialami para pedagang Pasar Horas saat ini khususnya yang memiliki lapak di gedung IV, Kamis (6/3/2023) siang.

Aksi unjuk rasa yang didominasi para kaum Bapak dan Ibu-ibu tersebut memblokir akses Jalan Merdeka sehingga mengakibatkan arus lalu lintas dialihkan sementara oleh Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar.

Koordinator aksi, Agus Butarbutar dalam orasinya menyebutkan bahwa pentingnya perhatian khusus dari pemangku kekuasaan yang ada di Kota Pematangsiantar.

“Bapak, Ibu, siapa tahu Trias Politika? Yang dimaksud demikian adalah Eksekutif (wali kota) sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) atau pemilik perusahaan daerah ini harus memperhatikan kondisi yang dialami pedagang saat ini,” teriaknya.

Dilanjutnya lagi, bahwa selain pihak eksekutif, pihak lainnya seperti legislatif (DPRD) diharap mampu menjadi sebuah saluran penampung aspirasi guna kepastian hidup para pedagang ke depan.

Selanjutnya, pihak yudikatif ataupun Aparat Penegak Hukum (APH), kata Agus, segera melakukan upaya penegakan hukum terkait adanya dugaan sementara atas terjadinya kebakaran gedung IV Pasar Horas tersebut dilakukan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

Pantauan Orbitdigitaldaily.com saat berada di lokasi, beberapa pedagang yang terdampak dari kebakaran gedung IV memilih berdagang seperti biasanya di seputaran badan jalan yang sudah ditentukan oleh pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ).

(WOD/023)