Sagiman Ingin Punya Kaki Palsu, Butuh Uluran Tangan Dermawan

LANGKAT | Hidup dalam keterbatasan tidak membuat Sagiman, kehilangan semangat untuk tetap beribadah. Warga Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat ini harus rela kehilangan kaki kanannya akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya selama lebih dari sepuluh tahun.

Ketika ditemui di kediamannya pada Jumat, (29/8/2025), pria berusia 65 tahun ini menceritakan bagaimana kondisi penyakit yang tak kunjung sembuh memaksanya menjalani amputasi kaki kanan di rumah sakit.

“Sudah membusuk, jadi dokter menyarankan untuk dipotong. Mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain,” ujar Sagiman dengan mata berkaca-kaca mengenang saat dirinya harus kehilangan bagian tubuh yang sangat berarti.

Sejak diamputasi, Sagiman tidak lagi mampu bekerja. Ia kini menggantungkan hidup pada istrinya yang sehari-hari menjual gorengan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kalau untuk makan saja sudah susah, apalagi untuk beli kaki palsu,” ungkapnya dengan suara lirih.

Namun, ada satu harapan yang masih disimpannya di usia senja ini — memiliki kaki palsu agar dapat kembali melangkahkan kaki ke masjid untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu.

“Kalau ada dermawan yang mau bantu saya beli kaki palsu, saya akan sangat bersyukur. Saya cuma ingin bisa ke masjid sholat,” harap Sagiman penuh haru.

Sementara itu, Lurah Tanjung Selamat, Hanifah, saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kondisi Sagiman.

“Memang benar, beliau mengalami amputasi akibat diabetes. Kami sudah mengupayakan bantuan melalui program yang ada, termasuk untuk kebutuhan keluarganya,” ujar Hanifah.

Kisah Sagiman mencerminkan potret nyata kehidupan sebagian rakyat kecil yang hidup di sudut-sudut negeri ini. Di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia, masih banyak warga seperti Sagiman yang belum tersentuh perhatian dan uluran tangan yang memadai, bahkan untuk sekadar mendapatkan kaki palsu demi bisa berjalan menuju rumah ibadah.

Derita yang dialami Sagiman menjadi pengingat bahwa amanah konstitusi, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, menuntut negara untuk hadir bagi seluruh rakyatnya termasuk mereka yang tinggal di pelosok desa.

Kini, Sagiman hanya bisa menunggu. Menanti uluran tangan para dermawan yang bersedia membantunya menjalani sisa hidup dengan lebih bermakna.

Bagi yang tergerak untuk membantu Sagiman, dapat menghubungi pihak Kelurahan Tanjung Selamat atau langsung ke kediamannya di Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Reporter : Muslim