Aceh  

Isi Tabligh Akbar di Masjid Agung Baitul Ghafur, Tgk Habibi An Nawawi Pukau Ribuan Masyarakat di Abdya

ABDYA | Ribuan masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya tumpah ruah menghadiri tabligh akbar bersama
Tgk Habibi An Nawawi Lc, Kegiatan keagamaan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya.berlangsung di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur,gampong seunaloh Kecamatan Blangpidie . Jum’at (3/4/2026) Sore.

Pantauan awak media, Pada acara Tabligh Akbar tersebut, ikut hadir Bupati Abdya Dr Safaruddin, Wakil Bupati Zaman Akli,S.Sos.,MM, Ketua DPRK Roni Guswandi, Wakapolres Kompol Misyanto, Para pejabat,ASN,Non ASN, ulama, para keuchik serta lainnya.

Dalam tausiah Tabligh Akbar tersebut, Tgk Habibi, tampil memikat dengan slogan khasnya “Sahabat Habibi, Marhaban”. Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan, ia juga menceritakan sekilas perjalan perjuangannya hingga sukses menyabet gelar juara pada AKSI Indosiar 2026.

Lebih lanjut, ia juga memberikan motivasi kepada para generasi muda untuk terus menimba ilmu, sehingga kelak menjadi pemuda-pemudi Abdya yang membawa perubahan besar di Kabupaten berjulukan “Bumoe Breuh Sigupai.

Sebelumnya, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Abdya, Mukhlis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, kehadiran Tgk Habibi An Nawawi Lc di tengah-tengah masyarakat Abdya merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Sosok yang selama ini dikenal melalui media dan panggung dakwah, kini hadir langsung.

“Ini bukan sekedar kehadiran seorang dai, tetapi kehadiran seorang inspirator, penggerak hati, yang diharapkan mampu menyejukkan jiwa dan menguatkan keimanan kita,” ujarnya.

Terlebih lagi, sebut Mukhlis, kehadiran Tgk Habibi bertepatan dengan momentum bersejarah, yaitu peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya.

“Peringatan hari jadi daerah bukanlah sekadar seremoni tahunan. Ia adalah ruang refleksi, ruang perenungan, dan ruang evaluasi bagi kita semua. Sehingga kita diajak untuk bertanya; Apa yang telah kita berikan untuk daerah ini? Apa kontribusi kita untuk kemajuan Abdya? Dan apa yang akan kita wariskan kepada generasi yang akan datang?,” cetusnya.

Ia menyebutkan, perjuangan lahirnya Kabupaten Abdya bukanlah sesuatu yang mudah. Sejak tahun 1962, para pendahulu telah memperjuangkan pemekaran daerah ini dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan.

“Mereka berjuang tanpa pamrih, berkorban tanpa menuntut balasan, tidak meminta jabatan, tidak pula mengharapkan penghargaan. Namun berkat perjuangan panjang itu, di era reformasi melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, akhirnya Kabupaten Aceh Barat Daya disetujui oleh DPR pada 31 Maret dan disahkan oleh Presiden,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, lanjut Mukhlis, adanya komitmen yang kuat dalam membangun daerah. Tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi spiritual dan moral masyarakat.

“Karena membangun manusia jauh lebih sulit daripada membangun infrastruktur. Membangun manusia yang bertakwa jauh lebih sulit dibandingkan membangun tembok-tembok besar. Membangun akhlak mulia jauh lebih berat daripada membangun jembatan megah. Dan membentuk manusia yang beradab jauh lebih kompleks dibandingkan mendirikan gedung-gedung tinggi,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, di bawah pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli, arah pembangunan Abdya hari ini tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan, sebagaimana tercermin dalam misi “Peukong Agama”.

Hal ini, tambahnya, terlihat dari berbagai capaian nyata, diantaranya keberhasilan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi yang telah lama dinantikan, program guru dayah masuk sekolah sebagai penguatan pendidikan karakter, lahirnya kader-kader Qur’ani, dengan target 20 hafiz 30 juz setiap tahun yang didukung dengan beasiswa, dan gerakan menghidupkan shalat berjamaah di masjid dan mushalla.

“Insya Allah, jika ini terus berjalan, dalam lima tahun ke depan Abdya akan melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi kebanggaan kita semua,” tuturnya.

Reporter : Nazli