ACEH SELATAN | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dengan membentuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) secara masif di daerah tersebut.
Komitmen ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) GENTING tingkat Kabupaten Aceh Selatan tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bappeda, Jalan T. Ben Mahmud, Tapaktuan, Senin (13/4/2026).
Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB), Tim Penggerak PKK, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Aceh Selatan, Cut Harnailis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang bersifat multidimensi dan memerlukan penanganan lintas sektor secara terpadu.
“Permasalahan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi, tetapi juga pola asuh, akses layanan kesehatan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Cut Harnailis.
Ia menjelaskan, kehadiran GENTING merupakan salah satu strategi kolaboratif yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di Aceh Selatan. Melalui gerakan ini, berbagai pihak didorong untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Menurutnya, stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
“GENTING hadir sebagai wadah gotong royong untuk memastikan anak-anak berisiko stunting mendapatkan perhatian khusus, pendampingan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa gerakan ini juga membuka ruang partisipasi luas bagi berbagai pihak, termasuk BUMN, BUMD, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, media, hingga individu atau perorangan.
Dalam forum tersebut, Cut Harnailis mengajak seluruh peserta Rakor untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam menghasilkan data yang valid terkait anak-anak berisiko stunting, berbasis nama dan alamat (by name by address). Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran.
Dengan data yang akurat, kita bisa segera melakukan intervensi, baik dari sisi nutrisi maupun non-nutrisi, yang disepakati bersama oleh semua sektor,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas di antara para pemangku kepentingan, agar setiap pihak mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam upaya percepatan penanganan stunting.
“Perlu ada kejelasan siapa melakukan apa, termasuk dalam pemberian bantuan gizi, perbaikan sanitasi, dan intervensi lainnya,” tegasnya.
Selain itu, monitoring dan evaluasi juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Ia berharap adanya pelaporan rutin dari setiap pihak yang terlibat, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap tumbuh kembang anak.
“Kita tidak hanya berhenti pada rapat, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Anak-anak berisiko stunting tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mendapatkan intervensi,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap anak yang berhasil diselamatkan dari stunting merupakan investasi besar bagi masa depan daerah.
“Satu anak selamat dari stunting berarti satu masa depan berhasil kita selamatkan,” ulasnya.
Sahar Musnan dalam kesempatan tersebut juga terus memaparkan teknis pelaksanaan program di lapangan serta mengajak seluruh peserta untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat implementasi GENTING di Aceh Selatan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan optimis gerakan GENTING mampu menjadi solusi strategis dalam menurunkan angka stunting secara signifikan, sekaligus menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas.,” pungkasnya.
Reporter : Yunardi







