Medan  

Luma Organizer Gelar Aksi Sosial Peduli Kebersihan di Tengah Ramainya CFD

MEDAN | Sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi sosial pengutipan sampah bertajuk “Cleaning Day at Car Free Day” di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka, Kota Medan, pada Minggu (10/5/2026).

Kelompok mahasiswa tersebut beranggotakan 7 (tujuh) orang dan menamai diri mereka sebagai Luma Organizer. Kegiatan ini juga melibatkan 24 sukarelawan yang turun langsung membersihkan sampah di area CFD.

Saat acara berlangsung, para peserta diarahkan pada area CFD sambil mengutip sampah yang berserakan, terutama di area yang penuh keramaian dan area duduk pengunjung.

Dari kegiatan tersebut, para sukarelawan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, termasuk sampah plastik sebanyak 12 kantong sampah.

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi USU saat menggelar aksi pengutipan sampah di kawasan CFD Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu (10/5/2026). Foto/Feby Aulia Damanik

Banyaknya sampah yang tertinggal menunjukkan bahwa kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan ruang publik masih tergolong rendah.

Project Leader Luma Organizer, Faisal Hisyam, mengatakan bahwa kegiatan ini berawal dari keresahan tim terhadap kondisi ruang publik di Kota Medan yang sering dipenuhi sampah akibat ulah pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, kawasan CFD Lapangan Merdeka yang seharusnya menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai, dan berkumpul bersama keluarga justru sering meninggalkan pemandangan yang kurang nyaman akibat tumpukan sampah setelah kegiatan selesai.

Salah satu peserta, Syafitri Khairunnisa, mengatakan bahwa dirinya tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena ingin ikut berkontribusi dalam mengatasi persoalan sampah di ruang publik. Selain untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, ia juga ingin bertemu dengan orang-orang yang memiliki visi dan perhatian yang sama terhadap kebersihan lingkungan.

Syafitri menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap kepedulian masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, aksi bersih-bersih yang dilakukan secara langsung terbukti efektif membantu membersihkan sisa sampah plastik dan kemasan makanan yang menumpuk setelah kegiatan CFD berlangsung.

“Kegiatan ini sangat berdampak karena aksi bersih-bersih seperti yang dilakukan benar-benar membantu membersihkan sampah yang berserakan setelah CFD. Saya melihat sendiri kepedulian pengunjung terhadap sampah masih rendah karena masih banyak sampah yang dibuang sembarangan,” ujarnya.

Ia mengaku sebelum mengikuti kegiatan tersebut dirinya sudah memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Namun, setelah mengikuti aksi sosial bersama Luma Organizer, rasa tanggung jawabnya terhadap kebersihan ruang publik menjadi semakin meningkat.

Syafitri berharap masyarakat dapat lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan di kemudian hari.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Luma Organizer bukan hanya sekadar kampanye, tetapi juga aksi nyata yang memberikan contoh langsung kepada masyarakat.

“Selaku ketua panitia, saya berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Medan terhadap lingkungan, karena kebersihan ruang publik adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua pihak saja. Masyarakat sebenarnya tahu dampak dan konsekuensi membuang sampah sembarangan, hanya perlu membuka mata dan lebih sadar terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Faisal menambahkan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan melebihi ekspektasi panitia. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para sukarelawan serta keterlibatan masyarakat CFD yang turut membantu membersihkan area sekitar.

Ia menilai aksi kecil seperti ini dapat menjadi bentuk edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kota.

Ia juga berharap kegiatan sederhana seperti aksi lingkungan ini dapat menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya ruang publik.

Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pihak tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Selaku ketua panitia, saya berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Medan terhadap lingkungan, karena kebersihan ruang publik adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua pihak saja. Masyarakat sebenarnya tahu dampak dan konsekuensi membuang sampah sembarangan, hanya perlu membuka mata dan lebih sadar terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Melalui kegiatan “Cleaning Day at Car Free Day”, Luma Organizer berharap para sukarelawan yang terlibat dapat menjadi penggerak kecil di lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan. Mereka menilai perubahan kesadaran masyarakat dapat dimulai dari lingkup sederhana, seperti keluarga, teman, dan komunitas terdekat, sehingga budaya menjaga kebersihan ruang publik dapat terus berkembang di Kota Medan.

(Penulis : Putri Indriyani Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi USU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *